Peringatan itu dikeluarkan setelah gerilyawannya mengklaim serangkaian serangan yang menghancurkan di Baghdad, termasuk pemboman mobil bunuh diri yang sangat besar di sebuah daerah Syi'ah yang menewaskan 112 orang, yang sebagian besar adalah buruh yang mencari kerja.
"Organisasi al-Qaidah di Tanah Dua Sungai sekarang menyatakan perang mati-matian pada Rafidha (istilah merendahkan pada orang Syiah), di manapun mereka berada di Irak," menurut rekaman itu, yang kebenarannya tidak dapat dipastikan dengan segera.
Zarqawi, tokoh garis keras berkaki-satu yang memiliki US$25 juta hadiah AS di kepalanya, juga meminta Arab Sunni untuk "bangun dari tidur kalian, perang untuk memusnahkan Syi'ah tidak akan berakhir".
Orang yang paling dicari di Irak itu juga menantang pemimpin Irak untuk meninggalkan "Zona Hijau" yang dijaga sangat ketat di Baghdad tempat kursi pemerintah berada, untuk menantang mujahidin atau pejuangnya.
Sebelumnya, gerilyawan yang setia pada Zarqawi yang kelahiran Jordania mengklaim mereka telah melakukan gelombang pemboman bunuh diri yang meluluhkan di Baghdad untuk membalas serangan tentara AS dan Irak di kota gerilyawan Tal Afar di Irak utara.
Pemboman itu menyebabkan hampir 130 orang tewas, membuat hari serangan gerilyawan yang paling berdarah di ibukota Irak sejak perang pimpinan-AS Maret 2003.
"Penaklukan pembalasan dendam bagi masyarakat Sunni di Tal Avar telah dimulai," katanya dalam pernyataan, yang kebenarannya tidak dapat dipastikan.
Kelompok Zarqawi mengaku bertanggungjawab atas sejumlah serangan sangat mematikan di Irak sejak mantan presiden Saddam Hussein jatuh April 2003 dan juga penculikan dan pembunuhan sandera asing.
Sebuah rekaman suara yang dihubungkan dengan Zarqawi yang disebut oleh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden sebagai "emir"-nya di Irak pada Minggu, menuduh militer AS menggunakan senjata kimia dalam serangan di Tal Afar.
Pada Juli, sebuah rekaman lainnya yang diakui dari Zarqawi menyerang kelompok Sunni yang tertarik pada pembicaraan damai dengan komandan AS.
Kelompok Zarqawi tetap merupakan pasukan yang kuat di Irak dan meskipun pasukan AS dan Irak menyatakan telah menangkap sejumlah pembantunya, ia tetap merupakan seorang buruan yang sulit ditangkap.
Ia dilaporkan terluka Mei dan mengatakan telah dirawat di sebuah rumah sakit di Irak. Tidak seperti bin Laden, Zarqawi tidak pernah mengeluarkan pesan yang direkam video dan lebih suka tetap menjadi seorang tokoh bayangan. (*/bun)