Pernyataan itu dimuat dalam website Islamis yang sering digunakan oleh kelompok militan Abu Musab al-Zarqawi, tapi klaim tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Pernyataan itu menyebutkan, rangkaian peledakan tadi merupakan pembalasan atas serangan pasukan Amerika dan Irak terhadap kota Tal Afar, dimana menurut pemerintah lebih dari 200 orang pemberontak tewas.
Sementara itu, bom meledak di berbagai bagian kota Baghdad seharian. Dalam insiden yang paling parah, paling tidak 80 orang tewas dan lebih dari 150 luka-luka, sewaktu seorang pembom jibaku yang menjanjikan pekerjaan kepada sejumlah buruh Syi'ah berhasil mengajak mereka ke kendaraan minivannya, yang kemudian meledak. (rew/bun)