< >

Grozny Minta Putin Selamatkan Mereka dari Jurang Degradasi

Sabtu, 17 September 2005 15:15
Kapanlagi.com - Menteri Olahraga Rusia Vyacheslav Fetisov mengatakan, Sabtu WIB bahwa klub sepakbola Terek Grozny asal Chenchen dinilai telah bertindak terlalu jauh dengan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menyelamatkan mereka dari degradasi.

Beberapa waktu lalu, klub Terek Grozny yang berada di peringkat paling buncit klasemen liga, menulis surat terbuka kepada Putin agar Presiden Rusia itu menolong mereka dari ancaman degradasi.

Pihak Terek menuduh wasit Rusia bertindak tidak adil sehingga mereka dipastikan degradasi.

"Sungguh menyebalkan jika nasib sebuah negara ditentukan oleh wasit. Vladimir Vladimirovich (Putin), kami minta Anda ikut mengatasi situasi seperti ini," demikian isi surat tersebut.

Tapi Fetisov, mantan pemain hoki es yang diangkat Putin menjadi menteri olahraga pada 2002, menilai pihak klub sepakbola itu telah melangkah terlalu jauh.

Ketika ditanya komentarnya soal masalah tersebut, Fetisov yang juga pernah menjadi kapten tim Uni Soviet ke Olimpiade sebanyak dua kali dan ikut berjasa meraih tujuh gelar juara dunia pada 1970-an dan 1980-an itu berujar: "Kasus ini diluar wewenang saya."

"Beberapa waktu lalu, saya dituduh media mencampuri urusan organisasi olahraga nasional, seperti Persatuan Sepakbola Rusia (RFU)," kata Fetisov.

"Saya kira tidak sepatutnya kita meminta Presiden hanya untuk turun tangan dalam urusan sepakbola. Saya kira masalah itu adalah urusan federasi sepakbola," katanya menambahkan.

Disaat Kremlin belum memberikan respon atas surat tersebut, RFU dan Asosiasi Wasit Rusia (KFA), Jumat lalu menolak tuduhan klub Terek karena dianggap sebagai tuduhan tidak berdasar.

"Usaha Terek menyalahkan wasit atas prestasi buruk mereka musim kompetisi tahun ini sama sekali tidak berdasar," kata FRU dan KFA dalam pernyataan bersama mereka.

Rfu juga mengatakan bahwa dengan pengajuan permintaan kepada Putin tersebut, Terek telah melakukan pelanggaran prinsip-prinsip FIFA.

Organisasi sepakbola tertinggi di dunia itu melarang pemerintah untuk mencampuri urusan sepakbola.

Klub Terek yang dipimpin pengurus pro-Kremlin itu juga telah meminta dukungan karena kelangsungan mereka di liga utama bisa meningkatkan perdamainan di daerah Kaukasus.

"Hari ini, Terek sudah lebih dari sekedar klub sepakbola bagi Republik Chencen. Dalam membangkitkan kembali klub pada 2000, Presiden Republik Chenchen Akhmad Kadyrov memiliki tujuan, yaitu melalui olahraga dan budaya membawa perdamaian bagi rakyat Chenchen," kata surat tersebut.

Setelah tidak ada kompetisi akibat perang pada 1990-an, klub Terek tersebut kembali bangkit sejak lima tahun lalu melalui Kadyrov yang pro-Moskow.

Setelah Kadyrov terbunuh pada Mei 2004, putranya Ramzan mengambil alih kendali sebagai presiden klub.

Klub Terek selama ini memang telah dijadikan sebagai alat politik untuk meningkatkan citra pemerintahan Rusia di Chenchen.

Putin pernah bertemu pengurus klub trsebut tahun lalu setelah mereka tampil sebagai juara Piala Rusia, sebuah kehormatan yang selama ini hanya diterima oleh tim nasional. (*/rit)