Sejumlah saksi mata mengatakan, massa yang marah berusaha membakar sebuah tank Inggris dan menyerang seorang prajurit dengan batu setelah kedua orang Inggris yang berpakaian sipil itu ditangkap.
Seorang pejabat Irak mengatakan, militer Inggris menyatakan kepadanya bahwa kedua orang itu adalah prajurit yang menyamar dan seorang hakim Irak sedang menginterogasi mereka.
"Mereka mengendarai sebuah mobil sipil dan mengenakan pakaian sipil ketika penembakan terjadi antara mereka dan patroli Irak," kata pejabat itu kepada Reuters.
"Kami sedang menyelidiki dan seorang hakim Irak menginterogasi mereka dalam kasus itu," katanya. Foto-foto Reuters menunjukkan salah satu dari kedua orang itu memakai pembalut di kepala.
Mohammed al-Abadi, seorang pejabat di gubernuran Basra, mengatakan, kedua orang itu terlihat mencurigakan bagi polisi.
"Seorang polisi mendekati mereka dan kemudian salah satu dari orang-orang ini melepaskan tembakan ke arahnya. Polisi kemudian berhasil menangkap mereka," kata Abadi kepada wartawan.
"Mereka menolak mengatakan apa misi mereka. Mereka menyatakan bahwa mereka prajurit Inggris dan menyarankan agar bertanya kepada komandan mereka mengenai misi mereka," katanya.
Saksi mata mengatakan, kekerasan meletus di Basra setelah penangkapan itu, dimana kelompok orang-orang Irak berusaha membakar sebuah tank Inggris.
Tayangan televisi Reuters menunjukkan tank itu berusaha berbalik menjauhi kerusuhan setelah diserang, tampaknya dengan bom bensin, ketika massa berkumpul mengelilinginya.
Dalam beberapa saat api berkobar dari bagian atas tank itu, namun tidak jelas apakah kendaraan itu terbakar atau apakah api berasal dari bahan yang terbakar di bagian atas tank tersebut.
Seorang prajurit keluar dari lubang tank itu dan meloncat, sementara massa melemparinya dengan batu. Pihak berwenang militer Inggris menyatakan sedang menyelidiki insiden itu. (*/bun)