"Pengembangan kasus-kasus penyalahgunaan BBM terus diintensifkan. Apakah itu yang ada di Kepulauan Riau, Makassar, Surabaya hingga ke seluruh wilayah Indonesia," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Soenarko DA di Jakarta, Selasa (20/09).
Menurut dia, sekarang ini pihak Polri telah menangkap dan menahan sejumlah orang yang terkait dengan praktek-praktek penyalahgunaan BBM. Seperti di Kepulauan Riau, Makassar, Surabaya, Semarang dan sejumlah wilayah Polda lainnya.
Ia mencontohkan, di Kaltim sebelumnya ada 14 tersangka yang ditahan dan belakangan ini bertambah dua tersangka lagi yang juga sudah ditahan yaitu atas nama Fadly Ramly, direktur dari PT Surveyor Nusantara yang merupakan penghubung pihak pembeli dan Muslim, sebagai pengembangan dari kasus KM Rejoice dan KM Sunrise.
Selain itu, pihak kepolisian Makassar juga telah menahan Martinus alias Mr Lie yang turut terlibat dalam kasus Fadly dan Muslim.
Sedangkan berdasarkan data Mabes Polri, kasus penyalahgunaan BBM di seluruh Indonesia dalam dua bulan terakhir ini (11 Juli s/d 11 September 2005) terdapat 281 kasus dengan 413 tersangka.
Pelaksana Tugas Kepada Bidang Penerangan Umum, S.U. Nasution menjelaskan untuk kasus penyeludupan minyak mentah yang beberapa waktu lalu terungkap sudah ada 77 tersangka yang diperiksa dan sebagian dari mereka telah ditahan.
Dijelaskannya, tersangka yang telah ditahan yaitu di Polda Makassar terdapat 12 orang, di Surabaya (12 orang), di Keppri (13 orang) dan di Kaltim ada 14 orang.
Jumlah tersebut kemungkinan bertambah lagi, karena tidak tertutup kemungkinan para tersangka ditahan bila dalam pemeriksaan menunjukkan ada keterlibatan dalam penyalahgunaan BBM.
Sementara itu, praktek pencurian minyak dan BBM yang dilakukan oleh para pelaku tersebut menimbulkan kerugian mencapai Rp8,8 triliun.
Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, terungkap bahwa dalam satu tahun ini, periode Oktober 2004 sampai Agustus 2005, negara mengalami kerugian sekitar Rp8,8 triliun.
"Bahkan jumlah kerugian negara bisa lebih besar lagi, mengingat masih banyak lagi kasus serupa yang belum terungkapkan," kata Nasution.
Untuk itu, pihak Polri akan terus mengembangkan penyidikan kasus-kasus serupa di seluruh nusantara diantaranya berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat yang mengetahui telah terjadi penyalahgunaan BBM.
"Kita terus mengembangkan penyelidikan kasus tersebut ke seluruh Indonesia melalui kerjasama dengan pihak TNI AL, termasuk juga dengan pihak Pertamina," katanya. (*/lpk)