"Salah satu yang baru kita kembangkan untuk menanamkan kepedulian sejak dini pada pentingnya pesan-pesan konservasi dan lingkungan adalah melalui dongeng kepada anak-anak," Kata Dian Latifah, M.App.Sc, peneliti PKT-KRB yang bertanggung jawab pada pendidikan konservasi melalui dongeng kepada ANTARA di Bogor, Ahad.
Menurut dia, sebelum melalui pola mendongeng, program pendidikan lingkungan yang telah dilaksanakan adalah 'Wisata Flora', yang telah berhasil melibatkan siswa-siswa sekolah untuk memahami lebih dalam tentang konservasi tumbuhan.
Materi dalam program tersebut disajikan melalui pendekatan terpadu antara praktik dan pengamatan langsung di alam untuk melengkapi kurikulum sekolah.
"Anak-anak TK dan SD merupakan salah satu unsur masyarakat yang potensial dan efektif untuk menerima pesan-pesan lingkungan," Katanya.
Mengapa pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup perlu ditumbuhan sejak dini, menurut Dian Latifah, karena anak-anak adalah 'masyarakat kecil' yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat di masa depan.
Guna merealisasikan program pendidikan lingkungan, diakuinya bahwa PKT-KRB LIPI tak dapat melakukannya sendiri, dan karena itu perlu menggalang kerjasama dengan lembaga lain, baik pemerintah, swasta maupun lembaga internasional, sehingga merupakan suatu upaya terpadu yang saling melengkapi.
Berkaitan dengan itu, katanya, pada hari Sabtu (24/9) di Gedung Konservasi KRB, PKT-KRB LIPI dan PT Bayer Indonesia berkolaborasi dalam sebuah kegiatan pendidikan lingkungan yang disajikan dalam kemasan mendongeng itu.
"Orang tua, pendidik dan pendongeng berbagi pengalaman dalam sebuah talkshow bertajuk `Mendongeng, Tanamkan Budi Pekerti Anak terhadap Lingkungan Hidup`," katanya dan menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan itu pula, ratusan anak TK dan SD menyaksikan bagiamana penutur dongeng dan teman-teman mereka sendiri membawakan beberapa cerita.
Sementara itu, Manajer Corporate Communications PT Bayer Indonesia, Asmara Pusparani mengemukakan, budaya tutur, terutama dongeng, yang telah lama dikenal masyarakat di Indonesia, ternyata dapat dijadikan sarana yang efektif untuk mengasah kepedulian anak terhadap lingkungan sejak dini.
"Melalui dongeng, orang tua dapat menanamkan budi pekerti pada anak, terutama budi pekerti dalam menyikapi lingkungan hidup. Alam yang maha luas dapat menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis untuk menanamkan pengertian bahwa lingkungan hidup memang harus dijaga dan dilestarikan," katanya.
Ia mengatakan, sebagai institusi yang memiliki kesamaan komitmen dalam hal kelestarian alam lingkungan dengan KRB, kata dia, PT Bayer Indonesia merasakan sinergi positif dengan program kerjasama yang telah dirintis sejak tahun 2004 lalu dapat terus berlanjut.
"Kami sangat berterima kasih kepada Kebun Raya Bogor atas dukungan dan sambutannya terhadap program semacam ini, terutama yang berkaitan dengan usaha-usaha menanamkan kesadaran akan arti penting lingkungan hidup bagi generasi muda," katanya.
Seperti halnya dengan hasil penjualan CD (compact disk) audio dongeng lingkungan berjudul Lintang, Sahabat Alam tahun lalu, hasil penjualan program itu disumbangkan sepenuhnya untuk program pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah desa terpencil yang diselenggarakan PKLT-KRB, demikian Asmara Pusparani. (*/erl)