Dalam ceramah singkatnya pada Ta`lim Pusat Jhilafah Ala Minhaajin Nubuwwah Jama`ah Muslimin (Hizbullah) di Cielungsi Bogor, Ahad, Menpora yang condong hatinya ke agama itu mengatakan hendaknya kaum muslimin dan muslimat makin hari makin bertambah taqwanya kepada Allah.
"Hendaknya kita kaum muslimin bertambah taqwa kepada Allah dan ketaqwaan hendaknya bertambah dalam bulan Ramadhan nanti," kata Adhyaksa yang memberikan ceramah di depan sekitar 3.000 muslimin dan muslimat yang mengikuti pengajaian menjelang bulan Ramadhan 1426 H. itu.
"Grafik taqwa itu terkadang lurus, kemudian naik turun, terus naik lagi, namun kita mengharapkan agar ketaqwaan kita main lama makin tinggi," katanya.
Ia mengatakan Allah memerintahkan kaum Muslimin dan muslimat untuk berpuasa setiap bulan Ramadhan agar mereka menjadi orang-orang yang taqwa, yang mengerjakan apa-apa yang diperintahkan Allah dan manjauhi larangan-larangan-Nya.
Dengan menjalankan puasa dengan baik dan menjaganya Allah menempa ruh-ruh kita kaum muslimin dan muslimat agar menjadi kuat. "Allah mendidik kita untuk menguatkan ruh (dengan berpuasa). Dalam ruh yang sehat, yang taqwa kepada Allah, maka akan tercipta tubuh yang sehat."
"Kalau kita mengikuti jasad kita, maka kita akan menjadi lemah. Tetapi kalau kita mengikuti ruh kita, ruh yang diisi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, maka kita akan kuat," kata Adhyaksa.
Lebih lanjut Adhyaksa mengatakan bahwa Allah Ta`ala menciptakan manusia ini semata-mata adalah untuk beribadah kepada-Nya, beribadah kepada Allah.
"Jadi status kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Status diri dalam penghidupan dan jabatan boleh berubah-ubah, tetapi status jati diri kita adalah muslim yang diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya," katanya.
"Allah sangat kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya. Orang diberi sakit juga mendapat kasih sayang-Nya, mengampuni kesalahan-kesalahannya. Karenanya kita haruslah mencintai Allah (dengan mengikuti Sunnah Rasulullah Nabi Muhammad S.A.W.)."
Dalam kondisi saat sekarang ini dimana ummat Islam banyak terpecah belah, Adhyaksa mengajak kaum muslimin agar meningkatkan taqwanya kepada Allah, memupuk ruh agar menjadi kuat dan menjaga status dirinya sebagai seorang muslim yang baik yang tidak mudah dipecah belah oleh siapapun.
Iktikaf
Sementara itu K.H. Abul Hidayat Saerodji dalam pengarahan sebelumnya pada ta`lim akbar itu mengajak agar kaum muslimin dan muslimat menyambut dengan rasa suka cita datangnya bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan datang dan menghidupkan malamnya dengan sholat tarawih.
Hal yang sama juga diserukan oleh K.H. Yakhsyallah Mansur yang menambahkan agar kaum muslimin banyak mendarus (membaca) Al-Qur`an pada bulan suci Ramadhan dan menegakkan Iktikaf pada 10 hari yang akhir dari bulan Ramadhan.
Allah memerintahkan agar Rasulullah Nabi Muhammad dan secara otomatis ummat beliau untuk melakukan Iktikaf di dalam masjid pada bulan suci Ramadhan, lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Iktikaf di dalam masjid selama 10 hari tanpa putus ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sampai akhir hayatnya, dan kini iktikaf itu banyak dilakukan umat Islam baik di Indonesia maupun di negeri-negeri lainnya, terutama di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah.
Ta`lim Pusat Jama`ah Muslimin (Hizbullah) tersebut selain dihadiri oleh kaum muslimin dari berbagai daerah di Indonesia, juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusawaratan Ulama (MPU) Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) Tgk. Prof.Dr. Muslim Ibrahim dan MUI, juga dihadiri oleh anak-anak penghapal Kitab Suci Al-Qur`an dari berbagai daerah di Indonesia yang dididik Pesantren Al-Fatah, termasuk dari Banda Aceh dan Aceh Besar yang kini mondok di Pesantren Shuffah Hizbullah Muhajirun Lampung. (*/rit)