Salah seorang manajer Toko Museum Clinton, Little Rocks, mengaku sangat heran dengan cepatnya penjualan album CD Clinton itu yang hanya memiliki stok di pasaran sebanyak 5,000 kopi. “Orang-orang membeli 2 sampai 4 CD sekaligus,” katanya.
Rencananya keuntungan penjualan dari album CD tersebut akan disumbangkan untuk yayasan kemanusiaan yang didirikan Clinton, seperti untuk proyek penanganan HIV/AIDS dan beberapa program pembangunan ekonomi internasional.
Ide membuat album kompilasi tersebut tidak terlepas dari anjuran pimpinan The Clinton Foundation, Skip Rutherford. “Musik sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya, jadi hal ini memang perlu untuk dilakukan,” kata Rutherford.
Dalam album kompilasi itu terdapat tembang-tembang kenamaan seperti ‘My One and Only Love’ yang dinyanyikan oleh John Coltrane, ‘My Funny Valentine’ karya Miles Davis, ‘Summertime’ gubahan Zoot Sims, sampai lagu religius Mahalia Jackson yang berjudul ‘Take My Hand, Precious Lord’.
Sayangnya album tersebut sampai sekarang hanya beredar di Amerika Serikat, karena memang nama Clinton (setelah lengser dari kursi kepresidenan) sepertinya hanya akan memiliki nilai komersial di mata rakyat Amerika Serikat sendiri saja. (ap/dni)









