Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Canberra, kelompok itu menyatakan menyambut baik "langkah penting" yang diambil AS pekan lalu untuk usulannya merundingkan lebih lanjut dukungan dalam negeri (subsidi).
"Kini saat yang kritis agar UE menyambut penawaran yang disampaikan mengenai mandat persetujuan oleh seluruh anggota WTO atas peningkatan akses pasar yang mendasar," kata kelompok itu.
"Tanpa ini, konferensi para menteri di Hong Kong beresiko dan begitu juga dengan masa depan agenda reformasi perdagangan multilateral."
"Kita perlu bergerak dengan maksud tertentu menuju tujuan kita dalam hanya tujuh pekan tersisa sampai konferensi para menteri di Hong Kong, Desember."
Kelompok CAIRNS berketetapan hati untuk melmemelihara ambisi yang tinggi dalam persetujua pertanian pada putaran pembangunan Doha empat tahun lalu."
"Kelompok menekankan bahwa setiap usulan akses pasar untuk negara maju perlu untuk menyampaikan peningkatan secara substansial sesuai usulan AS dan G-20."
Menurut pernyataan itu negara kaya yang memberikan subsidi besar dan membatasi akses pasar memiliki tanggung jawab khusus untuk mendemonstrasikan janji mereka untuk melaksanakan seluruh bagian dari mandat agenda reformasi di Doha.
"Negara berkembang sangat bergantung pada hasil yang ada agar mereka memiliki kesempatan membangun dan berdagang," kata kelompok itu.
"Hanya hasil yang ambisius di seluruh pilar akan memastikan keberhasilan dalam putaran Doha yang menjadi kepentinga seluruh anggota WTO. Hasil itu seperti peningkatan kemampuan petani negara berkembang untuk berpartisipasi dala perdaganga pertanian dunia, meningkatkan pendapatan mereka dan menambah kemampuan mereka untuk lepas dari kemiskinan."
Kelompok CAIRNS meminta negar aanggota UE untuk memikirkan kembali perannya agar agenda Pembangunan Doga dapat tercapai dan secara riil menguntungkan sebagia besar anggota. (*/lpk)