
Zhang bahkan menjual darahnya selama lima bulan untuk mendapatkan uang guna membali kamera pertamanya saat ia masih berusia 18 tahun. Begitulah awal mula kisah ketertarikan sutradara ini pada dunia visual, demikian menurut surat pengargaan untuk menghormati kiprah penyutradraan Zhang yang di luncurkan oleh Universitas Hong kong pada hari Rabu (09/11).
Zhang putus sekolah saat ia masih remaja dan jadi pekerja kasar. Ia tak dapat kuliah hingga tahun 1978, dimana ia telah berusi 27 tahun, setelah masa Revolusi Budaya berakhir. Selama masa keguncangan tersebut Universitas ditutup.
Zhang menghadiri Beijing Film Academy, dan mendapat gelaran sutradara Top Cina. Beberapa film yang diarahkanya mampu menembus box office dunia, diantaranya HERO, HOUSE OF FLYNG DAGGERS dan TO LIVE. (sin/erl)
Lihat Profil: Zhang Yimou