
Menurut penuturan sang sutradara, latar belakang film ini didasarkan kisah nyata yang terjadi di Bengkulu, menggambarkan segala kejadian dimasa lalu akan selalu terbawa ke masa yang akan datang.
"Trend ini yang sekarang sedang menggejala di negeri ini. Dimana sesuatu yang tidak benar diajarkan oleh orang tua akan berdampak negatif pada perkembangan psikologis seorang anak. Dan ini menjadi tanggungjawab kita semua untuk melakukan pencerahan agar orangtua lebih bertanggungjawab pada perkembangan psikis seorang anak," jelas Rudi tentang pesan yang ada dalam film tersebut.
Rudi juga menuturkan kesulitan dalam pembuatan film ini. Menurutnya, pada dasarnya alam yang jadi kendala terbesar, syuting yang sebagian dilakukan di hutan dan lembah dengan waktu malam hari. Sedang kesulitan lainnya adalah dalam mengumpulkan air, dengan setting yang selalu dalam keadaan hujan dibutuhkan ribuan kubik air.
Untuk menarik penonton, film ini mengangkat slogan 'jangan takut dengan hantu, takutlah dengan psikopat karena dia berada diantara kita.' Cukup serem juga. Untuk membuktikannya silakan datang ke bioskop, saat film ini tayang pada tanggal 26 November. (kl/ww)
Lihat Profil: Rudi Aryanto