Tindakan tersebut dilakukan satu bulan setelah Perdana Menteri Hun Sen mengakui banyak senjata telah diselundupkan dari kerajaan itu ke kelompok gerilyawan di luar negeri.
Menteri Pertahanan bersama Tea Banh juga mengatakan pemerintah akan menghancurkan 36 rudal era bekas Uni Sovyet di provinsi Kompong Speu, Kamboja barat, paling lambat Jumat.
"Tak ada manfaatnya bagi kami untuk memiliki semua itu lagi karena rudal-rudal tersebut memiliki kekuatan besar dan dapat mengakibatkan kerusakan besar pula. Kami tak mempunyai alasan untuk mempertahankannya ... jadi kami harus memusnahkannya," kata Tea Banh.
"Kami khawatir semua rudal tersebut dapat jatuh ke tangan pelaku teror," katanya.
Kamboja tahun lalu menghancurkan 223 rudal anti-pesawatnya dalam tindakan yang penuh semangat.
Amerika Serikat saat itu menyediakan US$233.000 untuk menghancurkan rudal itu dan mengembangkan teknik penanganan simpanan senjata Kamboja.
Washington juga membantu upaya penghancuran senjata paling akhir tersebut.
Hun Sen pada Oktober mengatakan Kamboja merupakan sumber utama senjata yang secara tak sah mempersenjatai kelompok gerilyawan di seluruh Asia, termasuk Macan Tamil di Sri Lanka dan gerilyawan di provinsi Aceh, Indonesia.
Pemerintah juga harus memusnahkan hampir 160.000 senjata tak sah, menyusul bertahun-tahun perang yang membuat negeri itu kebanjiran senjata. (*/lpk)