Presiden group Al-Majmuah Al-Duwaliyah Lilistismar, salah satu perusahaan konglomerat di negeri kaya minyak itu, Sheikh Salman Daud kepada kantor berita Kuwait (KUNA), Sabtu, menegaskan bahwa saat ini dunia semakin butuh dengan pakar-pakar ekonomi Islam.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, lanjutnya, semakin banyak bank-bank Islam yang dibangun, di samping perusahaan-perusahaan investasi yang bergerak dengan sistim syariat.
Di kawasan Teluk sendiri, banyak bank-bank konvensional dalam tiga tahun terakhir ini yang mengubah haluannya menjadi bank-bank Islam disamping puluhan perusahaan investasi didirikan dengan sistim syariat.
"Perusahaan kami yang pertama kali memperhatikan perkembangan ini dan diharapkan pakar-pakar yang dikeluarkan universitas ini dapat memenuhi kebutuhan baik di dunia Islam maupun negara-negara non Islam," kata Sheikh Daud.
Ia juga menghimbau lembaga-lembaga keuangan Islam dan berbagai universitas manca negara lainnya untuk berpartisipasi mengembangkan universitas tersebut demi kepentingan pengembangan perekonomian Islam.
Saat ini cukup banyak pusat-pusat pelatihan ekonomi syariat di beberapa negara Islam, namun belum ada universitas khusus yang mengeluarkan ekonom Muslim dengan ijazah yang diakui secara internasional. (*/rit)