Perluasan lebih Jauh Bantu UE Bersaing Lawan Cina
Kapanlagi.com - Perluasan Uni Eropa yang beranggotakan 25 negara lebih jauh akan membantu blok tersebut bersaing dengan kekuatan yang sedang muncul Cina, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan Sabtu dalam subuah wawancara."Saya pikir Eropa tidak cukup besar sebagaimana halnya. Siapapun yang memandang Cina memahami mengapa," ia mengatakan kepada Unica, suplemen majalah mingguan surat kabar Expresso Portugal. "Kadang-kadang saya mengatakan Eropa membutuhkan suatu dimensi yang lebih realistis, bisa dikatakan yang lebih besar, karena kita berada di abad ke 21 dan tantangan besar tersebut adalah globalisasi," mantan Perdana Menteri kanan-tengah Portugis itu mengatakan. UE memasukkan sepuluh anggota baru, kebanyakan negara-negara bekas Komunis dari Eropa Timur, Mei 2004. Rumania dan Bulgaria, yang tak ikut dalam "ledakan besar" ekspansi UE tahun lalu, direncanakan akan bergabung dengan blok itu pada 2007 sedangkan negara-negara lebih jauh ke timur seperti Ukraina dan Turki sedang berusaha untuk bergabung pula. "Setelah satu setengah tahun perluasan ini, saya menganggapnya sebagai keberhasilan. Negara-negara ini membawa energi baru, gagasan baru, dan mereka telah menjadi anggota-anggota setia Uni Eropa," Barroso mengatakan. "Apakah orang sungguh-sungguh percaya bahwa bahkan negara anggota UE terbesar selalu memiliki kekuatan dan pengaruh atas mereka sendiri untuk mendiskusikan masalah-masalah berdasarkan pada pijakan yang sama dengan teman Amerika kita atau kekuatan yang sedang muncul seperti Cina atau India?" ia menambahkan. Uni Eropa akan memiliki penduduk sekitar 500 juta saat Rumania dan Bulgaria masuk blok tersebut sedangkan Cina sekarang ini memiliki sekitar 1,3 miliar. Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan yang berbasis di Paris itu mengatakan Selasa pihaknya mengharapkan Cina akan tetap menghasilkan tingkat pertumbuhan 9% setahun. Secara perbandingan ia mengatakan zona euro, terdiri dari 12 negara yang mengadopsi mata uang euro, sedang menuju pertumbuhan ekonomi sekitar 1,4% tahun ini. (*/rit) |