< >

Merasa Dicurangi, Pendukung Weah Ngamuk

Senin, 12 Desember 2005 10:23
Kapanlagi.com - Polisi Liberia menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan para pendukung George Weah yang mengamuk di satu daerah pinggiran Monrovia setelah pemain sepakbola yang kaya itu mengemukakan pada satu rapat akbar ia dicurangi dalam pemilihan presiden Nopember lalu.

Weah dan partai Kongres untuk Perubahan Demokratik (CDC) nya mengatakan pemilu 8 Nopember, yang dimenangkan mantan Menteri Keuangan Ellen Johnson Sirleaf, curang dan telah menyampaikan pengaduan kepada Komisi Pemilihan Nasional.

Polisi anti huruhara bersenjatakan pentungan dan alat pelindung plastik mengepung markas partai Weah setelah lebih 1.000 pendukungnya memblokir jalan, melemparkan batu ke kaca depan mobil dan ke polisi di satu jalan dekat kompleks partai tersebut.

"Tidak George Weah, tidak Liberia" teriak para pengunjukrasa. Lalulintas di jalan raya dekat kantor-kantor partai Weah, salah satu jalan utama di tengah kota Monrovia, macet.

Komisaris polisi Joseph Kerkulah mengemukakan kepada Reuters: "Yang kami lakukan sekarang adalah melindungi nyawa dan properti, jadi kami harus menggelar polisi anti huruhara untuk menjamin arus lintas lancar."

Beberapa orang telah ditahan ketika polisi berusaha menghalau para pemrotes dari jalan itu. Seorang jurubicara PBB, yang menempatkan misi perdamaian berkekuatan 15.000 personil di Liberia, mengatakan 100 polisi PBB dikerahkan dan dua agen cedera.

Sejumlah pengunjukrasa juga cedera, kata para saksimata. Sejumlah penduduk lokal menyatakan marah atas pidato Weah.

"George Weah perlu ditahan. Beberapa dari kami di CDC tidak mendukung aksi ini. Pembelaan diri hendaknya diizinkan," kata pendukung CDC, Samuel K.Wleh mengacu pada penyelidikan komisi pemilihan tentang pengaduan Weah.

Johnson Sirleaf, yang dikenal sebagai "Wanita Besi", menang dalam pemilihan presiden itu dengan meraih 60% suara yang sah sementara meraih 40%. Dia merupakan wanita pertama Afrika menjadi presiden.

Sirleaf kini berada di AS untuk kunjungan sembilan hAri di mana dia menurut rencana akan bertemu dengan para pejabat Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional serta Menlu AS Condoleezza Rice.

Pemilu pertama Liberia sejak perang saudara 14 tahun yang berakhir tahun 2003 dimaksudkan untuk mengakhiri aksi kekerasan dan mengembalikan republik tertua Afrika yang didirikan oleh budak yang dibebaskan tahun 1847 itu menjadi sejahtera. (*/rit)