"Tanggal 7 Desember lalu kita telah mengirim 14 sampel ke Balai Laboratorium di Bukit Tinggi, hasilnya dua sampel dinyatakan negatif," ujar Kepala Dinas Peternakan Riau Marzuki Husin yang dihubungi ANTARA dari Pekanbaru, Senin.
Menurut dia, sampel unggas yang diambil itu positif mengandung virus Afian Influenza (AI) setelah dilakukan pengujian, unggas yang diambil tersebut masing-masing berasal dari rumah-rumah penduduk.
Masing-masing unggas yang diambil tersebut masing-masing di Kelurahan Rimba Sekampung dan Bukit Kapur. "Kami saat ini berada di Dumai, guna memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan memberikan pengertian agar ayam-ayam mereka bisa dimusnahkan," ujarnya lagi.
Dikatakannya, pihaknya juga akan menyemprotkan disinfektan terhadap kandang-kandang unggas yang dimiliki masyarakat dan juga akan melakukan pemusnahan massal terhadap unggas-unggas yang ada.
Menyinggung tentang pemilik unggas yang positif terdapat virus flu burung tersebut apakah sudah diketahui, dia mengatakan sudah. "Pemiliknya sudah kita ketahui, di kelurahan Rimba Sekampung pemilik atas nama H Yanuar sedangkan di kelurahan Bukit Kapur belum kita datangi," ujarnya.
Menyinggung terhadap pemiliknya tersebut apakah sudah terserang virus yang sama, dia mengatakan belum mengetahui secara pasti. "Kalau dilihat tampaknya mereka biasa-biasa saja, namun kita sudah mengambil sampel darah mereka untuk diperiksa," ujarnya lagi.
Menyinggung tentang berapa jumlah unggas yang akan dimusnahkan dalam pemusnahan massal nanti, dia mengatakan sekitar 500 ekor. "Sekitar 500 ekor, karenanya kita meminta agar masyarakat menyerahkan unggas yang ada, khususnya di dua kelurahan ini," ujarnya lagi. (*/erl)