< >

Assad Hukum Warga Suriah Terlibat Pembunuhan Hariri

Senin, 12 Desember 2005 11:27
Kapanlagi.com - Presiden Suriah Bashar al Assad, Minggu berjanji akan menghukum warga Suriah yang terbukti terlibat pembunuhan mantan PM Lebanon Rafiq Hariri.

"Jika ada seorang yang terlibat maka ia harus bertanggungjawab, tapi ia juga mengatakan bahwa seorang warga Suriah baru dapat dikatakan bersalah setelah dibuktikan," kata Assad dalam wawancara dengan stasiun televisi Saluran 2 Rusia.

Assad menjawab sebuah pertanyaan apakah ia akan menahan seorang pejabat, walaupun itu keluarganya , jika pejabat itu dituduh oleh PBB yang menyelidiki pembunuhan Hariri 14 Februari.

Oktober lalu, sebuah laporan awal pemeriksaan PBB menuduh Suriah terlibat dan menyebut nama ipar Assad, Mayjen Asef Shawkat dalam suatu pengakuan seorang saksi yang tidak disebutkan namanya.

Nopember lalu, seorang saksi Suriah Hosam Taher Hosam, mengatakan ia melarikan diri dari Lebanon setelah memberikan keterangan palsu tentang Shawkat atas tekanan para pejabat Lebanon yang anti Suriah, dan mengatakan dalam laporan itu ia dikutip sebagai saksi.

"Masalah itu bukan nama-nama (tertentu) , dekat atau tidak" kata Assad. Siapapun di Suriah terbukti terlibat dalam pembunuhan itu , sesuai dengan undang-undang Suriah orang itu dianggap sebagai pengkhianat dan hukuman terhadap seorang pengkhianat sangat berat."

Tapi Assad, dalam wawancara yang disiarkan televisi Suriah , Minggu mengatakan tindakan hukum terhadap warga Suriah hanya dapat didasarkan pada bukti yang kuat dan bukan kesimpulan -kesimpulan "yang dipolitisasi".

Ketua tim pemeriksa PBB Detlev Mehlis dalam suatu pernyataan yang disiarkan Sabtu mengatakan komitenya akan memanggil para saksi Suriah lagi dalam beberapa hari mendatang. Ia tidak menyebut nama para saksi itu.

Pernyataan Mehlis itu menimbulkqn dugaan kuat ia mungkin akan mengajukan pertanyaan kepada para pejabat senior termasuk tokoh penting dari kalangan dalam, sumber-sumber politik di Lebabon.

Mehlis akan menyerahkan hasil penyelidikannya kepada Sekjen PBB Kofi Annan 13 Desember.

Assad mengatakan ia mengharapkan penyelidikan dilakukan secara "profesional, adil, obyektif dan mendalam." "Jika profesional maka hal itu akan membantu Suriah secara langsung karena kami memiliki keyakinan besar hampir mutlak -- tidak ada warga Suriah yang bersalah," tambahnya.

Untuk menghindari pertikaian dengan badan dunia itu, Suriah mengizinkan para penyidik PBB memeriksa lima pajabat.

Baik Suriah maupun PBB tidak mengidentifikasi para pejabat yang diperiksa itu , tapi sumber-sumber diplomatik mengatakan mereka termasuk Letjen Rustam Ghazali , mantan kepala intelijen Suriah di Lebanon dan pembantunya Jamae Jamae.

Suriah mengatakan kerjasamanya dengan pemeriksaan itu akan mencegah tindakan penghukuman. Dewan Kamanan PBB memperingatkan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan terhadap Dmaskus jika tidak mau bekerjasama dalam penyelidikan kasus pembunuhan Hariri iru. (*/rit)