
Menurutnya upaya perlawanan atau protes tak berarti apa-apa untuk merubah kebijakan yang telah dikeluarkan oleh LSF. Fauzi memilih pasrah atas nasib gambar poster yang dinilai sudah mengarah pada pornografi.
"Habis diapain lagi gue mah bisanya cuma pasrah aja. Lantas apakah gue harus berteriak-teriak atau demontrasi di depan gedung film? Nggak, nggak akan ada perubahan percuma saja," katanya saat dijumpai dikawasan Ragunan Jakarta Selatan.
Lebih lanjut, pria berusia 26 tahun ini mengatakan bahwa ia percaya meski poster film yang dibintanginya itu telah kena sensor, ia yakin filmnya tetap akan diminati oleh pecinta film di dalam negeri.
Meski menjadi sasaran penyensoran, menurut Fauzi hal itu tidak akan mempengaruhi jadwal peluncuran film tersebut yang sudah dijadwalkan pada 12 Januari tahun depan.
Film arahan Rudi Sudjarwo ini mengisahkan sekawanan pembunuh bayaran di Jakarta yang berupaya untuk keluar dari kehidupan mereka yang keras. (kl/kkn)
Lihat foto: http://kapanlagi.com/g/9_naga0.html
Lihat Profil: Fauzi Baadilah