"Makanan, dan obat-obatan sudah sampai ke sana. Dokter-dokter sudah memberikan konfirmasi bahwa tidak ada bencana kelaparan. Dan semua dokter masih ada di sana semua," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie di kantor Wapres Jakarta, Kamis.
Meskipun memang tidak ada bencana kelaparan, tambah Menko Kesra, para dokter tersebut masih akan tetap dipertahankan di lokasi, untuk mencegah supaya tidak terjadi bencana kelaparan.
Sebelumnya diberitakan terdapat 17 titik rawan pangan di wilayah Yahukimo.
Sementara utuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal serupa di masa mendatang, tambah Menko kesra pemerintah akan melakukan beberapa langkah yakni, setiap titik (desa) di wilayah Yahukimo akan dilengkapi dengan peralatan komunikasi berupa Single Side Band (SSB).
"Satu komunitas disana itu hanya ada sekitar 100 sampai 200 orang. Dan sulit transportasinya, hanya bisa jalan kaki, sehingga perlu alat komunikasi," kata Aburizal Bakrie.
Upaya lain, pemerintah akan membangun lumbung-lumbung pangan dan mengirimkan penyuluh pertanian, agar mereka tidak tergantung oleh musim.
Selain iut, melakukan pengiriman dokter-dokter untuk melakukan penyuluhan kesehatan dan sebagainya.
"Dari 55 orang yang meninggal itu, kebanyakan bukan karena kelaparan tetapi karena penyakit. Dari mereka itu kiranya perlu diajarkan cara hidup yang sehat dan aman," katanya.
Menko Kesra juga mengatakan bahwa masyarakat Yahukimo mempunyai suatu kebanggaan hidup bersama dengan binatang babi, sebagaimana di Pulau Jawa yang merasa bangga jika memiliki sapi atau kerbau.
"Nah karena itu harus kita ajarkan bagaimana bisa hidup dengan baik," tegasnya.
Untuk operasi kemanusian tersebut, Menko Kesra mengaku diperlukan dana sebesar Rp20 miliar. Namun untuk program keseluruhan seperti pembelian SSB, pembangunan lumbung padi dan sebagainya belum dihitung secara pasti.
"Belum tahu berapa, yang jelas jumlahnya tidak besar mungkin Rp100 miliar sampai Rp150 miliar sudah cukup. Dananya dari APBN, ada dana bencana masih ada Rp500 miliar belum terpakai," kata Aburizal Bakrie. (*/rit)