Harga minyak jenis ringan untuk pengiriman Januari turun 9 sen menjadi US$ 59,90 per barel di perdagangan elektronik Asia di Bursa Komoditas New York, pada tengah hari di Singapura.
Sementara harga minyak Brent untuk pengiriman Februari di Bursa Komoditas London turun 20 sen menjadi 59,20 dolar per barel.
Harga minyak pemanas turun 1,23 sen menjadi US$ 1,7750 per galon, sedang bensin turun 0,38 sen menjadi US$ 1,6130 per galon.
Harga berjangka minyak mentah turun selama dua hari terakhir sejak pemerintah AS melaporkan peningkatan persediaan minyak mentah dalam negeri, meningkatkan ekspektasi bahwa pasokan bahan bakar AS akan mencapai puncak saat permintaan minyak pemanas pada musim dingin dan mendorong obral.
Pasar nampaknya juga terlihat tidak terganggu oleh data cadangan minyak hasil penyulingan AS, termasuk minyak pemanas dan diesel, yang turun 100.000 barel menjadi 130.000 juta barel.
Penurunan harga minyak mentah dan minyak pemanas terjadi meskipun kawasan utara AS, pasar energi terbesar dunia untuk minyak hasil penyulingan, memperkuat diri menghadapi badai salju dan es dengan meningkatkan permintaan untuk bahan bakar selama musim dingin.
Kawasan utara AS, terutama dari Barat Laut Pensylvania ke utara negara bagian New York sampai ke utara New England, diperkirakan menghadapi hujan salju dalam jumlah besar pada Jumat siang.
Pada Kamis, hujan es yang dingin membuat sekolah ditutup di tenggara AS, memacetkan lalu lintas, dan menyebabkan putusnya listrik dilebih dari 350.000 pelanggan di seluruh Georgia dan Carolina.
Harga gas alam, yang digunakan di rumah-rumah di AS, untuk pengiriman Januari di Bursa Komoditas New York turun 17,8 sen menjadi US$ 13,603 per 1.000 kaki kubik.
Kontrak, yang mencapai level tertinggi 15,78 dolar per 1.000 kaki kubik pada Selasa, turun 89,8 sen menjadi 13,781 dolar per 1.000 kaki kubik pada Kamis, meski departemen energi AS (DoE) melaporkan persediaan gas alam turun 202 miliar kaki kubik mejadi 2,96 triliun kaki kubik pekan lalu.
Beberapa ahli mengatakan harga berjangka minyak mentah akan kembali membaik.
"Menjelang akhir pekan, kalangan pedagang nampaknya akan kembali melakukan pembelian kontrak minyak mentah di Bursa Komoditas New York dan ini mendorong penyesuaian harga minyak mentah pada bulan depan menjadi di atas US$ 60," kata Ken Hasagawa, dari kantok broker yang berbasis di Tokyo, Himawari CX. (*/erl)
print
kirim ke teman
halaman depan






