< >

January Effect Mulai Nampak Dalam Perdagangan Saham di BEJ

Rabu, 04 Januari 2006 15:28
Kapanlagi.com - Perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Rabu, mulai terlihat marak lagi, hal itu terlihat dari volume perdagangan, nilai transaksi dan indeks saham yang meningkat pesat. January Effect sepertinya sudah mulai muncul dalam perdagangan saham di BEJ," kata analis dari Kuo Capital Raharja, Edwin Sinaga, Rabu di Jakarta.

January Effect merupakan kecenderungan meningkatnya pasar saham sepanjang Januari, setelah para investor melakukan libur panjang akhir tahun. Biasanya pada awal tahun (Januari) investor kembali melakukan pembelian sejumlah saham dengan nilai yang cukup signifikan untuk koleksi portofolio investasinya. Dampaknya pasar saham mulai bergerak naik.

Pada perdagangan awal tahun (2/1) ketika dibuka Wapres Jusuf Kalla, indeks pada sesi I hanya naik tipis, demikian juga nilai transaksinya hanya sekitar Rp 47 miliar. Namun pada perdagangan hari ini indeks saham naik pesat 20,250 poin dan ditutup pada level 1204,979 poin. Volume perdagangan mencapai 687 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,048 triliun.

Edwin mengatakan, January Effect kemungkinan akan berlanjut sampai akhir minggu ketiga Januari. Namun sayangnya kata Edwin, January Effect lebih dominan digerakan oleh investor lokal, masih sedikit investor asing yang masuk ke pasar. "Mungkin pada awal minggu kedua Januari asing sudah mulai masuk ke pasar,"ujarnya.

Dia menambahkan kenaikan indeks saham kali ini juga disebabkan oleh harapan investor yang cukup tinggi terhadap perbaikan dan prospek makro ekonomi Indonesia. "Diharapkan pada 2006 ini, tingkat inflasi dan suku bunga sudah mulai menurun. "Namun saya masih menghawatirkan harga minyak dunia yang punya potensi untuk naik lagi,"katanya.

Menurut Edwin, faktor internal dalam negeri sudah cukup menjanjikan seperti adanya perbaikan pada iklim investasi, makro ekonomi dan efisiensi (pemberantasan korupsi). Namun faktor eksternalnya masih sulit diduga, terutama harga minyak dunia. Sedangkan mengenai kemungkinan The Fed menaikan suku bunganya lagi, Edwin memperkirakan maksimal The Fed menaikan suku bunganya hanya dua kali sepanjang 2006.

Saham-saham yang diburu investor pada perdagangan hari ini, antara lain Telkom, Indosat, Bank Mandiri, Bank BRI, BCA dan Danamon. 71 saham mengalami kenaikan, 28 saham turun, 55 saham stagnan dan 200 saham tidak ada transaksi (*/rit)