< >

Mendag: Beras Impor Tidak Masuk Lewat Pelabuhan di Pulau Jawa

Jum'at, 06 Januari 2006 13:42
Kapanlagi.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pengestu mengatakan beras yang akan diimpor oleh Bulog tidak akan masuk melalui pelabuhan di Pulau Jawa, tapi melalui pelabuhan di daerah yang mengalami defisit stok beras.

Pelabuhan itu adalah Belawan, Dumai, Balikpapan, Ambon, Sorong, Jayapura, Kupang, Lhokseumawe, dan Bitung, kata Mendag di Jakarta, Jumat.

"Dipilihnya pelabuhan di luar Pulau Jawa karena umumnya daerah-daerah tersebut mengalami defisit stok beras," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras melalui Perum Bulog sebanyak 110ribu ton hingga 31 Januari 2006 untuk menjaga stok beras pemerintah, dan menyerahkan waktu pelaksanaannya kepada BUMN itu.

Menanggapi pengajuan hak angket oleh DPR, Mari mengatakan bahwa prosedur dan angka impor sudah dilakukan dengan benar dengan berkoordinasi degan dewan ketahanan pangan.

"Kita tunggu saja apa yang akan ditanya DPR. Ini impor yang berkaitan stok untuk menjaga harga beras tidak bergejolak, dari segi angka dan prosedur sudah ada koordinasi dengan dewan ketahanan pangan," katanya usai sidak di Pasar Induk Cipinang dan Pasar Senen.

Mari juga mengatakan, gejolak harga beras di pasaran menyebabkan pemerintah mempunyai wewenang untuk langsung melakukan operasi pasar (OP), namun kenaikan harga yang cukup signifikan baru terjadi selama Januari 2006.

"Kita harus melihat penyebabnya dulu, berapa persen kenaikan harga beras hal itu diakibatkan oleh harga gabah yang naik dan berapa persen yang benar gejolak kenaikan harga," katanya.

Beras naik

Sementara itu, di pusat perdagangan beras Jakarta di Pasar Induk Cipinang dan Pasar Senen, Jumat, harga beras telah mengalami kenaikan.

Harga beras jenis IR 64 kualitas 3, misalnya, yang per Desember Rp3.650 per kg naik jadi Rp3.800 per kg. Begitu juga di Pasar Senen beras paling murah sebesar Rp4.250, padahal pada Desember hanya Rp3.500-Rp3.600 per kg.

Menurut Direktur Utama PT Food Station Tjipinang, Syamsul Hilataha, harga beras di Pasar Induk Cipinang naik mulai awal Januari karena harga gabah yang juga naik dan kecenderungan pedagang yang menyimpan beras akibat ketidakjelasan isu impor beras.

"Saat ini stok awal 6 Januari 2006 45.877 ton. Sementara stok normal 50ribu sampai 60ribu ton. Memang ada penurunan sedikit namun pasokan harian aman. Hari ini (Jumat, 6/1) hingga pukul 07.00 WIB saja masuk 2.300 ton beras," katanya. (*/cax)