Tanigaki mengatakan ia akan melakukan pertemuan dengan Ben Bernanke, ketua Dewan Penasehat Ekonomi Presiden AS George W.Bush yang diperkirakan menggantikan Greenspan Februari mendatang, bersama dengan para pemimpin bisnis AS selama kunjungan tujuh hari ke New York dan Washington.
"Saya akan senang menjelaskan kepada para pejabat senior AS dan pemimpin bisnis seputar pembangunan atau berbagai upaya , reformasi struktural Jepang," kata Tanigaki dalam konferensi pers usai pertemuan Kabinet pertama tahun ini.
"Pada waktu yang sama, saya akan melakukan pembicaraan dengan mereka seputar perkembangan terakhir ekonomi AS, yang mempunyai dampak besar terhadap ekonomi Jepang," katanya.
"Saya juga dengan senang hati akan mendiskusikan hubungan Jepang-AS."
Tanigaki, salah satu harapan sebagai calon Perdana Menteri Jepang mendatang, mengatakan ia akan memulai lawatannya ke AS di New York, di mana ia akan menyampaikan pidatonya Senin mengenai reformasi struktural Jepang, termasuk rekonstruksi fiskal melalui pengurangan pembiayaan dalam berbagai bidang dan perubahan struktur perpajakan Jepang.
Situasi fiskal Jepang terburuk di antara negara-negara industri terkemuka, dengan neraca utang pada pemerintah nasional dan lokal sekitar 150 % dari produk domestik bruto (PDB).
Menurut Tanigaki, ia dijadwalkan meninggalkan New York Selasa mendatang menuju Washington, di mana ia akan bertemu dengan para pejabat pemerintah AS serta Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Rodrigo de Rato dan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz.
Tanigaki juga akan mengadakan pertemuan dengan Snow dan Greenspan dalam suatu kapasitas sebagai pertemuan finansial Kelompok Tujuh Negara Industri maju (G-7).
Tetapi Menteri Keuangan Jepang itu juga mengatakan bahwa ia telah mengadakan kontak dengan para pembuat kebijakan ekonomi AS lainnya seperti Bernanke.
Bersama dengan Tanigaki, kepala Sekretaris Kabinet Shinzo Abe dan Menteri Luar Negeri Taro Aso , yang dianggap sebagai calon utama menggantikan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi, yang pernah mengatakan bahwa ia akan mundur sebagai Perdana Menteri Jepang pada September tahun ini, pada saat jabatannya sebagai presiden Partai Demokrasi Liberal berakhir. (*/cax)