< >

Mie Basah di Bengkulu dan Lubuk Linggau Gunakan Formalin

Sabtu, 07 Januari 2006 21:09
Kapanlagi.com - Para produsen mie basah yang dijual di pasaran di Provinsi Bengkulu dan Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan menggunakan formalin sebagai pengawet makanan tersebut.

"Hasil penelitian kita terhadap 15 sampel mie yang diambil dari pasar di Provinsi Bengkulu dan Lubuk Linggau, seluruhnya positif mengandung formalin," kata Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makan (POM) Bengkulu Wirda Zein saat Rakoor penanggulaan formali di Bengkulu, Sabtu.

Ia menjelaskan sebagian mie basah yang dijual di Bengkulu dan Lubuk Linggau diproduksi oleh pengusaha di Kota Lubuk Linggau tersebut.

Setelah ketahun menggunakan formalin, para pengusaha mie basah kini mengehentikan produksi dan telah membuat surat pernyataan jika memproduksi lagi tidak akan menggunakan formalin.

"Jika nanti mereka produksi lagi dan ternyata masih menggunankan formalin maka akan kita beri sanksi tegas," katanya.

Agar para produsen makanan termasuk pengusaha mie basah tidak lagi menggunakan formalin, maka perlu dilakukan sosialisasi karena mereka tak mengetahui bahaya dari bahan kimia tersebut.

Formalin tidak diperkenankan digunakan sebagai pengawet makan meski kadarnya 0,0 persen karena dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dr Lely Yarma mengatakna, bahaya dari mengkonsumi formalin tergantung banyaknya kadar yang digunakan.

Jika dalam jumlah banyak maka dampaknya bisa langsung dirasakan. Kalau kadar penggunaannya 15 persen pengaruhnya bisa ke otak dan gangguan mata yakni pandangan menjadi kabur dan kornea memudar yang terjadi sesaat setelah mengkonsi bahan itu.

Namun kalau penggunaannya sedikit 1-3 persen efeknya baru dirasakan dalam beberapa tahun kedepan. Apalagi jika secara terus-menerus mengkonsumsi bahan tersebut.

"Kalau kita terus-menerus mengkonsumsi formalin dalam jumlah kecil maka bisa memancing tumbuhnya sel-sel kanker, dan bagi wanita memperngaruhi kesuburan rahim serta menstrasi (haid)," ujarnya. (*/lpk)