Menurut studi tersebut, yang dilakukan di ibukota Nepal, Lembah Kathmandu, iklan untuk produk seperti itu berdampak paling besar pada anak-anak jika ditayangkan melalui televisi.
Iklan untuk produk alkohol dan rokok yang diterbitkan di surat kabar memiliki dampak 33,7%, iklan yang dipajang di papan iklan memiliki dampak 31,5%, di majalah memiliki dampak 29,9%, film memiliki dampak 24% dan tulisan pada dinding memiliki dampak 17,7% pada anak-anak, kata studi itu.
"Iklan dengan pesan sosial mesti ditingkatkan, bukan iklan alkohol dan tembakau," kata Ketua CWIN Gauri Pradhan.
Pradhan mendesak selebritis untuk tidak tampil dalam iklan rokok dan alkohol karena iklan yang menampilkan mereka memiliki dampak lebih besar lagi pada anak-anak. (*/lpk)