"Upaya relokasi ini harus secepatnya dilaksanakan, mengingat kondisi di daerah ini sering turun hujan, sementara kondisi geografis tanah di lokasi tersebut rawan longsor," kata Maruf.
Dengan adanya relokasi ini, menurut Menteri Maruf, selain memberi rasa aman bagi masyarakat korban tanah longsor, juga masyarakat yang terkena musibah tidak trauma akibat bencana tanah longsor.
Dalam kesempatan ini Mendagri Maruf berjanji segera menyampaikan kepada pemerintah pusat mengenai masukan yang disampaikan oleh Bupati Banjarnegara, M. Djasri agar korban tanah longsor di daerah ini tidak terjadi lagi, maka diharapkan adanya penanaman pohon yang dapat memperkuat struktur tanah di dukuh Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Jateng.
Sementara itu Bupati Banjarnegara, M Djasri, mengatakan, relokasi ini akan di lakukan secepatnya, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan ditakutkan akan terjadi longsor susulan. Untuk itu bupati mendesak kepada pemerintah melalui Mendagri agar dilakukan pembelajaran kepada masyarakat korban tanah longsor, khususnya para petani mengenai perlunya menanam pohon yang dapat menyerap air, dan diberikan solusi penanggulangan supaya tidak terjadi longsor lagi dikemudian hari. Pada kesempatan ini Djasri menghimbau kepada seluruh warga masyarakat yang berada di wilayah pegunungan di daerah ini terlebih para petani untuk menanam tanaman yang menyerap banyak air, karena selama ini para petani yang berada di daerah pegunungan, termasuk yang ada di Dukuh Gunungraja kebanyakan menanam tanaman yang tidak bisa menyerap banyak air.
Menurut bupati, kebanyakan para petani di lokasi tanah longsor menanam tanaman jenis pisang yang tidak bisa menyerap air. Saat hujan turun akibatnya banyak kandungan air yang terserap oleh tanah, karena air tidak tertahan, maka dapat mengakibatkan longsor. Mengenai tata ruang di Dusun Gunungraja, Bupati Banjarnegara mengatakan, kurang baik dan rawan terhadap longsor. Ini terjadi, karena para petani di daerah ini banyak menebangi pohon tanaman keras yang mampu menyerap air di lahan pekarangannya kemudian diganti dengan tanaman pisang.
Gubernur Jateng H. Mardiyanto membenarkan pendapat Bupati Banjarnegara bahwa tata ruang para petani di lokasi pegunungan di daerah itu kurang baik, dan beberapa daerah di Banjarnegara memang rawan longsor.
Korban tanah longsor di Dukuh Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, memasuki hari ke empat, Sabtu (7/1) tercatat 58 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (*/dar)