"Kalangan ulama dan ormas Islam di Aceh sudah berkali-kali mengingatkan agar LSM tidak menyimpang dari misi kemanusiaan, apalagi sampai melakukan upaya-upaya yang mengarah kepada pedangkalan akidah masyarakat daerah ini," kata Wakil Ketua MPU NAD, Drs Teungku H Ismail Yakob, kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu.
Misi-misi pemurtadan yang sasarannya adalah masyarakat pengungsi korban tsunami dan dilakukan dengan cara terselubung berkedok bantuan kemanusiaan itu harus dihentikan.
"Kalau misi pedangkalan akidah itu terus berjalan maka keresahan masyarakat Aceh akan terus bertambah," tambah dia.
Ismail Yakob menjelaskan, para ulama jauh-jauh hari telah mengeluarkan berbagai instruksi yang harus diindahkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekosntruski Aceh pasca gempa dan tsunami.
"Bahkan, dalam penyusunan cetak biru (blue print), kalangan ulama telah menyarankan agar membangun kembali masyarakat Aceh itu tidak terlepas dari identitas Islam dan kultur ke Aceh-an. Kita tidak menolak bantuan yang datang dari berbagai penjuru dunia, tapi bantuan tersebut tidak menyimpang dari misi kemanusiaan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendukung rencana BRR membentuk tim ivestigasi yang akan melakukan penelitian mendalam tentang upaya pemurtadan terhadap masyarakat muslim di Aceh.
"Saya minta BRR dapat memberikan sanksi jika terbukti ada NGO yang melakukan misi lain dibalik bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Aceh," kata dia.
Dipihak lain, Ismail Yakob mengimbau masyarakat, terutama korban tsunami agar tidak "menjual" iman karena berharap bantuan pangan dan harta benda termasuk rumah permanen.
Karena, tambahnya, dalam agama Islam disebutkan dosa besar bagi orang Islam yang berpindah agama (murtad).
"Orang Islam yang sudah murtad itu wajib kembali kepada agamanya semula (Islam), kalau tidak kembali dan mati dalam keadaan murtad maka Allah SWT akan mengazabnya di neraka," kata Ismail Yakob.
Masyarakat Aceh yang mayoritas pemeluk Islam itu harus yakin bahwa bencana alam gempa dan tsunami adalah cobaan Allah SWT kepada hamba-Nya.
"Oleh karenanya, jangan iman kita tergadai dan terjual karena kita lapar dalam menghadapi cobaan Allah SWT itu," tambah Wakil Ketua MPU NAD. (*/dar)