< >

Pebisnis Wisata di Bali Bantu Korban Bencana Jember

Minggu, 08 Januari 2006 11:23
Kapanlagi.com - Para pebisnis pelancongan di Pulau Dewata ikut membantu meringankan beban penderitaan para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berupa pakaian layak pakai, dan disusul kemudian bantuan lainnya.

Dara Mustika, pegiat aktivitas sosial yang juga Station Manajer Continental Airlines di Bali, yang menghubungi wartawan di Surabaya, Sabtu malam, menuturkan bahwa untuk sementara bantuan telah dikirim sebanyak sembilan dos pakaian layak.

"Ya kami sudah menghubungi Pak Bupati Jember --MZA Djalal--, yang mengemukakan bahwa bantuan mendesak pakaian layak pakai bagi para korban yang kini berada di pengungsian," ungkapnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya kini tengah mengumpulkan bantuan lainnya dari berbagai pihak di Bali yang peduli terhadap musibah yang menimba saudara-saudara di Jember.

"Menurut Pak Bupati, bahan makanan seperti beras maupun mie instan hingga minuman air meneral cukup memadai, yang dirasakan masih kurang adalah susu maupun biskuit bagi anak-anak di pengunsian. Itu yang akan kita upayakan," tutur Dara yang bersuami warga AS ini.

Bantuan dari berbagai pihak tidak hanya dari berbagai daerah di Jatim, tetapi juga daerah lainnya di Tanah Air terus mengalir. Beberapa institusi seperti LSM, perguruan tinggi, asosiasi hingga media massa yang mengkoordinir kedermawanan masyarakat tersebut, cukup kewalahan menerima bantuan dari masyarakat.

Secara terpisah, Bupati Jember, MZA Djalal, mengemukakan bahwa bantuan yang telah diterima, termasuk yang berkomitmen atau sudah menjanjikan dari individu, institusi pemerintah maupun swasta dalam dan luar negeri, nilainya sekitar Rp750 miliar.

Bencana yang terjadi Minggu malam (1/1) tersebut, hingga data terakhir menelan korban jiwa 119 orang dan puluhan lainnya luka berat serta ringan, merusak ratusan rumah dan bangunan lainnya di beberapa desa di lima kecamatan, yakni Panti, Arjasa, Tanggul, Kaliwates dan Sumberjambe, menimbulkan kerugian sekitar Rp200 miliar. (*/dar)