< >

Awal Tahun Memang Musim Sepi Wisatawan

Senin, 09 Januari 2006 17:40
Kapanlagi.com - Penghuni hotel berbintang lima maupun penginapan berskala kecil (melati) di Bali saat ini sepi wisatawan, karena memang awal tahun merupakan belum musim turis (low seasons). "Wajar hotel-hotel di Bali saat ini sepi pengunjung memang karena belum musim turis," kata pengamat pariwisata Indonesia, Dewa Rai Budiasa, di Pantai Sanur, Senin, mengomentari kondisi kunjungan wisatawan di Bali.

Berkurangnya tingkat hunian hotel di awal tahun sebenarnya soal biasa, karena di negara-negara yang mengandalkan sektor pariwisata juga mengalami hal yang sama seperti di Indonesia.

Ia mengakui, pasca ledakan bom Kuta dan Jimbaran berpengaruh besar terhadap minat turis ke Bali, namun itu tampaknya bersifat sementara, oleh sebab itu kondisi pariwisata Bali saat ini tidak perlu diratapi terlalu lama.

Bali yang kaya akan keunikan masyarakatnya tetap menjadi salah satu tujuan turis internasional, mengingat alam dan adat istiadatnya tidak ada duanya sehingga para pelancong masih menempatkan Bali sebagai destinasinya.

Dewa Rai yang sehari-harinya berada di Jakarta mengingatkan kepada komponen pariwisata Bali baik itu pemerintah, pengusaha dan masyarakat tetap mau meningkatkan kualitas produk yang akan disuguhkan kepada turis yang berlibur ke Bali.

Masalah keamanan memang harus mendapat perhatian utama, mengingat pulau Dewata sudah dua kali diguncang bom yang memakan banyak korban terutama terhadap wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan Bali.

Siapa pun yang melakukan perjalanan jarak jauh pasti akan memperhatikan masalah keamanan dan keselamatan diri, terutama selama berada di negara tujuan termasuk masalah kesehatan sehingga dalam kembali ke negerinya bisa dengan selamat.

Pemerintah di Bali sudah cukup gencar melakukan pembenahan diri baik dilakukan masyarakat maupun pengusaha hotel dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan kepada para turis yang memanfaatkan akomodasi hotelnya.

Ia mengaku salut kepada gebrakan Pemkab Badung yang bekerjasama dengan polisi setempat melakukan penilaian kepada pengusaha hotel melati dan berbintang terutama dalam memberikan kenyamanan kepada tamunya.

Terhadap penilaian itu sebanyak 24 dari 25 hotel melati di Kabupaten Badung yang mengikuti verifikasi menerima sertifikat standarisasi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh Ditpam Wisata Polda Bali.

Sertifikat keamanan dan keselamatan tersebut diserahkan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, SH kepada para pengelola hotel melati, empat hotel diantaranya memperoleh peringkat pertama dengan grade emas (gold).

Sedangkan 13 hotel memperoleh peringkat kedua dengan grade perak (silver) dan tujuh hotel berada pada peringkat ketiga dan menerima grade perunggu (bronze) dan satu hotel melati lainnya belum memenuhi standar yang ditentukan.

Gebrakan tersebut hendaknya bisa diikuti kabupaten lainnya, sehingga Bali terjamin keamanannya untuk menjadi daerah tujuan wisata internasional, mengingat sekitar 90 persen turis ke Bali bertujuan untuk berlibur. (*/cax)