< >

52 Jemaah Haji Indonesia Terpaksa Badal Haji

Senin, 09 Januari 2006 23:07
Kapanlagi.com - Sejumlah 52 jemaah haji asal Indonesia, Senin (09/01), terpaksa menjalani Badal haji (proses ritual haji diwakilkan oleh orang lain-red) karena mengalami sakit dan tidak dapat menjalani proses ibadah haji secara fisik langsung.

Ke-52 jemaah haji asal Indonesia tersebut dirawat secara intensif di Balai Pengobatan Haji Indonesia Azziziyah Mekkah. Selain itu sekitar 173 jemaah haji asal Indonesia yang dirawat di Balai Pengobatan itu dan sembilan jemaah haji asal Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi akan menjalani safari wuquf dengan menggunakan 27 ambulans dan beberapa bus yang disiapkan untuk mengangkut jemaah yang menjalani Safari Wuquf.

Jemaah haji yang mengikuti Safari Wuquf akan berangkat menuju Arafah dari BPHI Mekkah pada Senin (09/01) sore dan setelah sholat maghrib mereka segera kembali ke BPHI Mekkah.

"Kita mohon kepada Allah SWT agar jemaah yang menjalani safari wuquf maupun Badal Haji juga memperoleh haji yang mambrur dan segera diberikan kesehatan agar dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat," kata Amirul Haj Prof. H.A. Malik Fadjar.

Saat di perkemahan misi haji Indonesia di Arafah, Malik Fadjar juga mengatakan agar jemaah haji dapat menghilangkan sekat-sekat dalam bentuk apapun karena setelah berada di tanah suci seharusnya seluruh jemaah membawa nama dan bendera jemaah haji Indonesia meskipun berada dalam pembinaan masing-masing kelompok ibadah haji.

Para jemaah haji asal Indonesia tersebut tampak bercucuran air mata mengiringi kegiatan Wuquf yang akan dimulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB. Kegiatan Wuquf di perkemahan jemaah haji Indonesia diawali dengan sholat Dzuhur dan Ashar yang di Ja'ma, kemudian dilanjutkan dengan khotbah Wuquf serta Dzikir dan berdoa. Pada saat pembacaan Dzikir dan doa, banyak jemaah yang menangis. Di perkemahan misi haji Indonesia, Khotbah disampaikan oleh Professor. DR. Nasaruddin Umar selaku anggota Amirul Haj.

Dalam khotbahnya, Nasaruddin menyampaikan bahwa selama Wuquf di Arafah merupakan waktu yang tepat bagi jemaah haji untuk kembali kepada Allah SWT, bertaubat memperbaiki diri dan mengharapkan sekembalinya ke Tanah Air para jemaah mendapatkan predikat tertinggi sebagai haji yang mabrur.

Dalam kesempatan itu hadir juga Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman Salim Segaf Al Jufri selaku koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Amirul Haj Prof.H.A Malik Fadjar, Konjen RI di Jeddah Tadjuddin Noor, Kepala Teknis Urusan Haji yang juga Ketua Pelaksana Harian PPIH Nur Samad Kamba dan sejumlah anggota tim pengawas haji DPR RI.

Perkemahan jemaah haji asal Indonesia menempati kavling maktab 1 hingga 76 sedangkan khusus untuk petugas haji menempati maktab kavling 77. Seluruh jemaah haji Indonesia yang berjumlah 203.608 yang terdiri dari jemaah haji biasa, haji khusus dan para petugas haji telah berada di Padang Arafah pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Rencananya, usai sholat Maghrib dan Isya yang dija'ma, para jemaah dan petugas haji Indonesia akan secara bertahap meninggalkan Arafah menuju Musdalifah dan selepas tengah malam mereka akan melanjutkan perjalanan ke Mina.

Hingga Senin (09/01) pukul 16.00 WIB waktu setempat jemaah haji asal Indonesia yang meninggal tercatat 114 orang. (*/lpk)


BERITA TERKAIT