Keduanya meninggal karena sakit --traumatis--, Sunariyah meninggal di posko/pengungsian Sukorambi dan Paiman di lokasi pengungsi Desa Kemiri.
Jenazah keduanya dibawa ke RSUD Dr Soebandi Jember, untuk dilakukan visum.
Ketua Satlak Kabupaten Jember, Kusen Andalas, menjelaskan, setelah jenazah divisum, akan dikebumikan keluarganya masing-masing.
Hingga kini jumlah pengungsi korban bencana di Jember tersebut tercatat 7.605 jiwa, ditampung di 10 titik lokasi pengungsian.
Ke-10 titik pengungsian meliputi Dusun Tenggiling sebanyak 1.800 jiwa, rumah kyai Markusen di Suci 400 jiwa, rumah kyai Sahadi di Suci 300 jiwa, Masjid pertigaan Desa Suci 50 jiwa, tersebar di rumah-rumah penduduk di Glengseran, Desa Suci 1.500 jiwa dan di Kecamatan Sukorambi 1.744 jiwa.
Lokasi pengungsian lainnya rumah-rumah penduduk di Dusun Sodong, Kecamatan Kemiri sebanyak 600 jiwa di gudang PTP Durjo 300 jiwa, di asrama Transito Rambipuji 191 jiwa, di kantor Badang Diklat dan kantor PDP 720 jiwa.
Korban meninggal berdasarkan data terakhir Satlak Kabupaten Jember sebanyak 81 orang, termasuk dua orang terakhir, Sunariyah dan Paimin. korban meninggal terbanyak 73 warga Kecamatan Panti , tiga orang di Kecamatan Sumberjambe, masing-masing seorang di Kecamatan Arjasa, Kaliwates serta Tanggul.
Sementara yang dibawa ke RSUD Dr Soebandi 48 jenazah, 37 jenazah teridentifikasi sudah dimakamkan di TPU Kreongan Jember, sedangkan 11 jenazah lainnya dibawa keluarga masing-masing untuk dikebumikan di Kecamatan Panti, Sukorambi dan Rambipuji, tutur Kusen Andalas. (*/rit)