< >

Cegah Jajanan Berformalin, Menkes Minta UKS Diaktifkan

Rabu, 11 Januari 2006 16:09
Kapanlagi.com - Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo minta agar para kepala sekolah bersama dengan pengurus Komite Sekolah lebih aktif menggiatkan usaha kesehatan sekolah (UKS).

Anjuran tersebut khususnya terkait dengan merebaknya kasus penggunaan formalin dan pewarna pakaian pada makanan termasuk jajanan yang sering dikonsumsi murid-murid di sekolah.

"Saya minta agar para kepala sekolah lebih meningkatkan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tidak hanya sebatas merawat siswa sakit atau melatih pertolongan pertama pada kecelakaan tetapi juga ikut memperhatikan kualitas jajanan di sekolah baik yang terdapat di kantin sekolah maupun di luar pagar sekolah," kata Mendiknas usai membuka dialog pendidikan tinggi dengan Kerajaan Belanda di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, sekolah harus memaksimalkan fungsi UKS dengan memberikan perhatian yang cukup terhadap kesehatan lingkungan sekolah termasuk di dalamnya makanan yang layak dikonsumsi serta lebih penting lagi perhatian sekolah terhadap ancaman penggunaan narkoba di kalangan siswa sekolah.

"Tanggung jawab kepala sekolah tidak hanya sebatas pada penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar semata tetapi juga ikut memperhatikan kondisi kesehatan dan keamanan lingkungan sekolah. Karena itu, sekolah diberi kewenangan penuh melalui kebijakan Manajemen berbasis Sekolah (MBS) yang sudah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir," katanya.

Depdiknas selalu mengupayakan agar setiap sekolah baik negeri maupun swasta mampu mewujudkan lingkungan yang sehat bagi siswanya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Dalam setiap kunjungan kerja ke sekolah-sekolah di seluruh pelosok tanah air saya selalu memberikan perhatian khusus terhadap kelayakan fasilitas kantin dan WC. Jadi tidak hanya wc guru saja yang baik dan bersih tetapi juga milik siswa harus dalam kondisi yang sama", katanya.

Mendiknas mengatakan, sekolah dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memperbaiki atau meningkatkan kualiats kantin sekolah.

"Dana BOS juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas kantin karena hasilnya untuk kepentingan siswa juga".

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SLTP DKI Jakarta, Bambang Sutomo mengatakan, keberadaan kantin sekolah memang sudah menjadi suatu keharusan agar siswa tidak mencari jajanan di luar sekolah yang kebersihannya belum tentu terjamin.

"Komite sekolah sebagai perwakilan para orang tua murid memang seharusnya tidak hanya memperhatikan persoalan yang terkait dengan kegiatan belajar mengajar siswa tetapi turut mengupayakan agar keberadaan jajanan di kantin layak dikonsumsi siswa," katanya.

Ia mengatakan, sebaiknya kantin sekolah tidak dikelola oleh satu orang saja tetapi bisa merupakan gabungan dari beberapa orang tua murid atau mantan guru sekolah sehingga pilihan makanan pun bervariasi sehingga tidak ada keinginan siswa untuk jajan di luar pagar sekolah.

Bambang mengatakan, saat ini masih banyak sekolah yang membiarkan siswanya membeli jajanan di luar pagar sekolah pada saat jam istirahat karena selain murah juga kelihatan lebih menarik. Padahal kebersihan dan kelayakannya belum tentu terjamin.

Terkait dengan merebaknya penggunaan formalin dan zat pewarna kain pada makanan, Bambang menyatakan rasa prihatinnya karena memang makanan yang sering dikonsumsi anak-anak sekolah kebanyakan mengandung zat berbahaya, baik pewarna tekstil, penambah rasa, pemutih pakaian maupun formalin.

"Kami akan memberikan perhatian lebih terhadap isu penggunaan formalin dan zat pewarna pada makanan, khususnya jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan menemui para kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas masalah ini," tambahnya. (*/rit)