Usai diperiksa selama sekitar 10 jam di gedung KPK Jalan Veteran Jakarta, Rabu (11/01), Kaduhu sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan wartawan.
Ketika ditanya mengapa kredit kepada kredit kepada PT. CDKI bisa disetujui sebelum adanya Surat Perintah Kerja (SPK), Kaduhu hanya diam sambil terburu-buru menuju ke mobil yang telah menunggunya.
Ia tetap melanjutkan aksi tutup mulut ketika ditanya mengapa kredit bisa cair dalam waktu yang relatif singkat hanya dengan jaminan surat perintah kerja yang terbit satu minggu setelah kredit disetujui.
Pada 1 Januari 2003, terbit surat penunjukkan langsung kepada PT. CDKI untuk menangani IIY 2003 dan 2004 yang ditandatangani langsung oleh Kepala BKPM saat itu, Theo F Toemion.
Pada tanggal yang sama Direktur PT. CDKI Geisye Julianty Dowling juga mengajukan permohonan kredit kepada Bank Mandiri Pusat di Jalan Gatot Subroto Jakarta.
Surat permohonan kredit tersebut diajukan langsung kepada Managing Director yang saat itu dijabat oleh I Wayan Pugeg.
Setelah menerima surat permohonan tersebut, Pugeg yang saat ini telah menjadi tersangka dalam kasus pencairan kredit Bank Mandiri senilai Rp1,4 triliun memberi disposisi dan nota kepada Kaduhu untuk segera memproses permohonan tersebut padahal saat itu belum ada surat perintah kerja dari BKPM kepada PT CDKI.
Baru pada 28 Januari 2003 terbit SPK dan pada hari yang sama terbit persetujuan kredit yang kemudian cair pada 29 Januari 2003 yang langsung disalurkan ke rekening PT. CDKI di Bank Mandiri cabang Sudirman.
Jaminan PT. CDKI untuk permohonan kredit tersebut hanya SPK dan tagihan termin pertama atas SPK tersebut.
Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Theo F Toemion yang kini ditahan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka.
Dugaan kerugian negara dalam kasus korupsi proyek IIY 2003 dan 2004 sebanyak Rp32 miliar karena dari anggaran senilai Rp47,8 miliar untuk dua tahun pelaksanaan proyek IIY yang terealisasi hanya Rp4,1 miliar pada 2003 dan RP3,3 miliar pada 2004.
Theo mengaku permohonan kredit kepada Bank Mandiri diajukan karena dana APBN baru turun pada April 2003 sedangkan IIY sudah harus dikerjakan sejak Januari 2003. (*/lpk)