Pramoedya Ananta Toer Terbaring Sakit

Kapanlagi.com - Pujangga besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer sudah dua Minggu ini terbaring sakit di rumahnya di kawasan Bojong Gede, Bogor.

"Kadar gula darahnya sempat mencapai 600 lalu turun jadi 400, selain itu Bapak juga mengalami sesak nafas dan jantungnya melemah," kata Astuti Ananta Toer, salah seorang putrinya, Rabu (11/1).

Selama sakit itu Pram yang terkenal lewat tetralogi pulau Buru Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca menolak untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, sehingga dokter diundang untuk memberikan perawatan di rumahnya.

Pramoedya yang pernah disebut-sebut layak dicalonkan sebagai peraih hadiah Nobel atas karya satranya itu terlihat sedikit membaik kesehatannya pada hari raya Idul Adha, 10 Januari, karena menerima banyak tamu yang menjenguknya.

"Bapak terlihat gembira menerima para tamu, tetapi sekarang memburuk lagi dan mengalami kesulitan bicara," kata Astuti.

Pram yang lahir di Blora, Jawa Tengah pada 8 Februari 1925 sudah lama mengidap penyakit gula (diabetes melitus) dan beberapakali terbaring sakit, namun selalu berhasil melewati masa kritis.

Ia dikenal selalu mengonsumsi bawang putih mentah untuk menjaga kesehatannya, selain minum anggur (wine) setiap hari.

"Sebagai penderita penyakit gula, jika luka misalnya tergores, bisa cepat sembuh karena saya makan bawang putih," tutur Pram pada wartawan dalam suatu kesempatan mengenai kebiasaannya itu.

Pram pernah mengaku kesehatannya memburuk akibat pada masa mudanya ia menjalani hukuman penjara selama 14 tahun termasuk pengasingan dan kerja fisik di pulau Buru, Maluku, tanpa menjalani proses hukum untuk mengadili tuduhan yang ditudingkan pada dirinya.

Dari tangannya telah lahir lebih dari 40 karya tulis fiksi dan dokumenter seperti Gadis Pantai, Calon Arang, Cerita Dari Blora yang sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa asing.

Karyanya yang terakhir adalah cerita seputar sejarah pembangunan dan situasi di sepanjang jalan raya Deandles di Jawa, Jalan Raya Pos, Jalan Deandles yang diterbitkan pada Oktober 2005.

Untuk saat ini, Astuti menjelaskan, dokter memberikan obat untuk mengatasi sesak nafas dan menjaga kadar gula darah Pram. (*/dar)

©2003-2007 KapanLagi.com