Ricardo Cavallo, yang berada dalam tahanan di ibukota Spanyol Madrid sejak Juni 2003 setelah ekstradisinya dari Meksiko, dituduh melakukan 227 "penghilangan" paksa dan 110 penculikan.
November lalu pengadilan Spanyol menunda pengadilannya untuk pembasmian etnik dan terorisme atas permintaan pengacaranya, sambil menanti informasi mengenai nasib hukumnya di Argentina.
Namun pengadilan kejahatan tertinggi Spanyol kemudian mengesampingkan keputusan itu, dengan memerintahkan kasus tersebut diteruskan. Tidak ada tanggal yang telah ditetapkan, tapi kasus itu dapat diadili pada akhir 2006, kata sumber pengadilan.
Cavallo berdinas di sekolah militer Esma, salah satu dari sejumlah pusat tahanan penting kediktatoran itu, dan menangani kasus lebih dari 5.000 dari kira-kira 30.000 orang yang tewas pada masa pemerintahan junta militer.
Jika terbukti, Cavallo akan menjadi bekas pejabat kedua dari Argentina yang akan dihukum di Spanyol setalah Adolfo Scilingo, yang dihukum hingga 640 tahun penjara April karena kejahatan terhadap kemanusiaan. (*/rit)