Baku Tembak di Irak, Satu Tentara AS Tewas

Kapanlagi.com - Pasukan Amerika Serikat baku-tembak dengan seorang bersenjata di Irak barat, menewaskan satu tentara dan satu warga, kata sumber polisi hari Rabu.

Abdul Rahman Qaddu mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA bahwa orang bersenjata itu menembak mati awak tank Amerika Serikat di al-Khalidiya, menyebabkan tentara menembak balik, menewaskan satu warga Irak dan mencederai dua orang lain.

Sesudah pertempuran itu, balatentara Amerika Serikat melancarkan pencarian, yang menghasilkan penangkapan atas empat warga Irak, tambah sumber itu.

Kamis pekan lalu merupakan hari paling berdarah bagi pasukan Amerika Serikat di Irak sejak serbuan 2003, dengan 11 tentara meregang nyawa dalam gelombang baru kekerasan, yang juga menewaskan 130 warga Irak, kata serdadu negara adidaya itu hari Jumat.

Bom jalanan --disukai gerilyawan, tapi ditakuti balatentara Amerika Serikat, karena dampak merusaknya-- menelan korban tujuh prajurit negara adikuasa tersebut.

Komandan Amerika Serikat meyatakan prihatin, karena beberapa bulan terahir, bom lebih kuat dan canggih kian banyak dipakai.

George W Bush dan partai Republik-nya menghadapi tekanan di dalam negeri atas peningkatan jumlah tentara tewasnya di Irak, tapi Presiden Amerika Serikat itu hari Rabu menyatakan pengurangan jumlah pasukan akan didasarkan atas keadaan di lapangan dan keputusan komandan, bukan jadwal keluaran Washington.

Amerika Serikat mengharapkan pemerintah gabungan terdiri atas pemimpin kelompok Syiah, Kurdi dan Sunni Irak sesudah pemilihan umum bulan lalu akan menghilangkan perang gerilya pimpinan Arab Sunni dan melicinkan jalan bagi penarikan balatentaranya.

Kematian hari Kamis itu menjadikan korban tentara Amerika Serikat sejak awal perang untuk mengusir Saddam Hussein tersebut mencapai 2.193, kata angka Reuters.

Itu merupakan angka tertinggi kematian tentara Amerika Serikat dalam sehari sejak 1 Desember 2005, saat 11 serdadu negeri itu juga tewas, dan juga hari termaut di Irak dalam empat bulan.

Dalam kejadian terburuk hari Kamis bagi tentara Amerika Serikat itu, lima serdadu tewas di Bagdad akibat bom jalanan menghantam perondaan mereka. Dua lagi terbunuh dengan cara sama di tempat lain di ibukota Irak tersebut.

Di Falujah, kubu Arab Sunni, dua marinir tewas akibat tembakan senjata genggam dalam serangan terpisah, kata tentara Amerika Serikat dalam pernyataan hari Jumat.

Dua tentara Amerika Serikat dan sejumlah calon polisi Irak tewas akibat pembom bunuh diri meledakkan tubuhnya di kota Ramadi, Irak barat, ketika 1.000 orang antri untuk saringan keamanan pada bangunan kaca dan keramik, yang dipakai sebagai pusat sementara pendaftaran.

Sumber rumahsakit menyatakan 70 orang tewas dan 65 cedera.

Nama tentara tewas itu dirahasiakan sampai keluarganya diberitahu, kata pernyataan itu.

Bush hari Rabu menyatakan pengurangan pasukan Amerika Serikat, yang direncanakan sesudah pemilihan umum Desember, sedang berlangsung dan akan berkurang beberapa ribu tentara dari sebelum pemilihan umum, 138.000.

Ia menolak menentukan jadwal, dengan menyatakan itu hanya akan membesarkan hati musuh dan bahwa penarikan itu akan ditentukan kemajuan pasukan Irak dalam mengambil alih keamanan. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com