"Hingga Pukul 10.00 WIB ini, ketinggian air di hampir seluruh pintu air masih di bawah normal, kecuali Pintu Air Manggarai yang ketinggian airnya sudah mencapai 810 cm dari level normal 790 cm," katanya.
Kendati ketinggian air di Pintu Air Manggarai naik dan sudah berada di tingkat siaga III (850-950), cuaca di daerah Depok Jumat pagi cerah dan ketinggian air di Pintu Air Depok berada pada ketinggian 138 atau masih di bawah tingkat siaga IV (200) sehingga warga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman banjir, kata Rusli.
Ia mengatakan, Pintu Air Katulampa misalnya memiliki ketinggian air 30 cm atau jauh di bawah level siaga IV (170).
Ancaman banjir baru akan datang jika curah hujan di daerah-daerah yang lebih tinggi seperti Depok, Bogor, Puncak Cianjur, dan Sukabumi tinggi, katanya.
Sepanjang Kamis (12/1), menurut Rusli mengutip prakiraan cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika, daerah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi berawan dengan peluang hujan "ringan".
Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam lima tahun terakhir terus dilanda banjir.
Daerah-daerah yang rawan banjir adalah Kampung Melayu, Cipinang Besar Utara, Cipinang Besar Selatan, Petamburan, Kedoya Utara, Pegadungan, Tegal Alur, Kepala Gading, Pejagalan, Kamal Muara, Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas, Sunter Utara.
Selanjutnya, Sunter Agung, Tugu Selatan, Tugu Utara, Rawa Badak Utara, Koja, Semper Barat, Cilincing, Kalibaru, Semper Timur, Marunda, Rorotan, dan Sukapura.
Pos-pos pemantau dan pintu air yang menjadi rujukan petugas Posko Siaga Banjir DKI Jakarta adalah Katulampa dengan ketinggian debet air untuk siaga IV mencapai kurang dari 170, Pesanggrahan (kurang dari 150), Angke Hulu (kurang dari 100), Cipinang Hulu (kurang dari 150), Sunter Hulu (kurang dari 140), Pulogadung (kurang dari 550).
Selanjutnya Pintu Air Sunter Selatan (kurang dari 100), Depok (kurang dari 200), Manggarai (kurang dari 750), Karet (kurang dari 450), Waduk Pluit (kurang dari 100), Krukut Hulu (kurang dari 100), dan Pasar Ikan (kurang dari 100).
Terkait dengan kesiapan Pemda DKI Jakarta menghadapi ancaman bencana banjir tahun ini, setidaknya akan ada tim bantuan berkekuatan 40.630 orang.
Tenaga bantuan lain, menurut informasi yang dihimpun ANTARA, akan datang dari Pemda DKI (14.500 orang), Polri (6.500), TNI (4.500), PMI (15.000), Tim SAR (130), serta dari masing-masing daerah rawan banjir direkrut tenaga bantuan sebanyak 40 orang.
Disamping bantuan tenaga, telah pula disiapkan 256 unit perahu karet, 242 dapur umum, 162 tenda, 442 kendaraan roda empat, 134 ambulans, empat helikopter, dan 333 lokasi pengungsian.
Pada bencana banjir 2001, ribuan rumah warga terendam, dan bencana banjir 2002 yang tercatat sebagai bencana terbesar dalam 30 tahun terakhir, setidaknya 34 orang tewas dan 384 ribu warga mengungsi.
Pada 2003, banjir dilaporkan meluas di wilayah Jakarta dan pada bencana banjir 18-19 Januari 2004, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi serta dua orang tewas di Kali Angke dan seorang lainnya di Bekasi. (*/rit)