Spanyol Berbelasungkawa Atas Kejadian di Mina

Kapanlagi.com - Pemerintah Spanyol telah mengirim "ucapan belasungkawa setulusnya" kepada keluarga dan pemerintah dari 345 orang yang wafat saat melaksanakan Ibadah Haji dalam desak-desakan di kota suci Makkah, kata Kementerian Luar Negeri Spanyol dalam suatu pernyataan, Kamis.

Puluhan ribu orang terlibat pada hari terakhir rangkaian Ibadah Haji, jumrah (melempar batu) di Mina, dekat Makkah, pada musim Haji tahun ini.

Mereka berdesak-desakan di pintu masuk timur Jembatan Jamarat, yang rentan kecelakaan di Mina saat mereka saling-dorong untuk melempar jumroh antara siang hari dan matahari terbenam di Mina, lembah sempit dekat kota suci Makkah.

Dalam kejadian itu, banyak orang yang menunaikan Ibadah Haji berusaha menemukan barang mereka yang terjatuh, sehingga mengakibatkan kebingungan dan desak-desakan. Sejauh ini sebanyak 345 orang wafat dalam kejadian tersebut.

Spanyol menyampaikan harapan agar kesehatan jamaah Haji yang cedera dapat segera pulih, dan menyampaikan solidaritas kepada umat Muslim, yang baru saja merayakan Idul Adha (Hari Raya Qurban).

Itu adalah tragedi Haji kedua tahun ini. Awal bulan ini, satu tempat penginapan jamaah Haji runtuh, menewaskan 76 orang dan melukai 20 orang lagi.

Desak-desakan telah menewaskan ratusan orang dalam lima kejadian terpisah beberapa tahun belakangan ini, yaitu musim Haji 1990, 1998, 2001, 2003 dan 2004. Kejadian paling serius membuat lebih dari 1.400 orang yang menunaikan Ibadah Haji wafat.

Sebanyak 2,5 juta Muslim menunaikan Ibadah Haji tahun ini, dan korban meninggal itu adalah yang terburuk sejak 1.426 orang wafat akibat saling-dorong di sebuah terowongan di Makkah 1990.

Ibadah Haji telah dikotori oleh desak-desakan pada masa lalu, dan beberapa dari yang terburuk terjadi di Mina. Pada 2004, sebanyak 250 orang yang menunaikan Ibadah Haji saling desak hingga wafat di Jembatan Jamarat. Satu dasawarsa sebelumnya, 270 orang wafat akibat desak-desakan yang sama.

Arab Saudi telah mengubah kawasan Jamarat dengan memperluas sasaran jumrah dan menyediakan lapisan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya termasuk 60.000 petugas keamanan untuk mengawasi kerumunan sangat besar jamaah dan menghindari kemungkinan serangan gerilyawan.

Setelah Ibadah Haji tahun ini, pemerintah di Riyadh berencana mengganti Jembatan Jamarat dengan jembatan yang lebih besar yang akan melibatkan sistem pintu masuk dan ke luar empat-tingkat ke tiga dinding jumrah, termasuk sebuah kereta api bawah tanah. Proyek itu diperkirakan akan menghabiskan dana 4,2 miliar riyal (1,12 miliar dolar AS).

Jamaah Haji, dengan pakaian putih yang dimaksudkan untuk menghapuskan perbedaan ras dan kelas di antara umat Islam, menurut aturan yang diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW 1.400 tahun lalu, melaksanakan jumrah pada hari ketiga Kamis dan melakukan kunjungan terakhir ke Masjidil Haram di Makkah. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com