Hutan Hilang, Kekeringan Ancam Afrika Timur
Kapanlagi.com - Kekeringan yang sangat ini melanda Afrika timur merupakan akibat dari hilangnya hutan, lahan hijau dan ekosistem penting lain, sehingga menimbulkan nasib buruk bagi jutaan orang, kata seorang ahli senior lingkungan hidup PBB di Nairobi, Kamis.Direktur Pelaksana Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) Klaus Toepfer mengatakan langkah mendesak diperukan untuk mengatasi kekeringan yang mencengkeram seluruh wilayah Afrika timur dan mengancam jutaan manusia, ternak serta spesies lain. "Penyebab kekeringan bermacam-macam, termasuk masalah pemerintahan yang baik sampai ketegangan dan konflik di wilayah yang memang langka air," kata Toepfer dalam suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh badan lingkungan hidup PBB tersebut. Ia mengatakan kekeringan juga memiliki hubungan kuat dengan kerusakan lingkungan hidup yang berlangsung saat ini pada hutan, lahan hijau, tanah basah dan ekosistem penting serta perubahan iklim global. Toepfer mendesak semua negara di wilayah itu untuk melakukan penanam modal dan merehabilitasi modal alam dan alamiah mereka guna menyangga masyarakat yang rentan terhadap kekeringan pada masa depan. Badan PBB tersebut menyatakan negara kaya harus mendukung rancangan seperti rencana untuk menghapuskan kemiskinan dan mengirim pembangunan ekonomi jangka panjang dan berkesinambungan sementara melakukan setiap tindakan yang mungkin guna mengurangi buangan bahan bakar fosil. Para ilmuwan mengatakan bahan bakar fosil mendorong peningkatan temperatur global. Kekeringan, kata Toepfer, bukan sesuatu yang asing bagi rakyat Afrika timur. Itu merupakan fenomena iklim alamiah. Yang secara dramatis telah berubah dalam beberapa dasawarsa terakhir ialah kemampuan alam untuk memasok layanan dasar seperti air dan kelembaban udara selama masa sulit. "Ini terjadi karena demikian banyak air dan pasokan air hujan telah rusak, hancur atau tak berjalan dengan baik," kata Toepfer. "Semua kenyataan ini sangat pedih ketika faktor anda berdampak pada perubahan iklim yang menyulut kejadian alam yang lebih ekstrim seperti kekeringan," katanya. PBB menyatakan semua pemerintah harus melakukan berbagai tindakan guna menyelamatkan nyawa dan kehidupan. Tetapi mereka juga harus memandang masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bahwa mereka bukan hanya memelihara dan melestarikan hutan, tanah basah, danau dan lahan lain, tapi juga menanam modal dalam perluasan serta pemulihan semua itu. "Kita juga harus membantu semua negara untuk menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklima yang bahkan lebih berbahaya lagi dan tampaknya akan datang. Tanpa tindakan bersama ini, semua negara yang saat ini kembali menghadapi kekurangan air dan tenaga listrik akan terus mengalaminya pada masa depan sementara semua nasib buruk dan kerusakan ekonomi mengikuti," kata Toepfer. Jumlah curah hujan selama setahun terakhir di Afrika timur sangat sedikit, dan musim hujan baru-baru ini pada Oktober sampai Desember 2005 telah berlangsung menyedihkan, kata Badan Meteorologi Kenya. Sebagian daerah tertentu yang hutannya hilang di negara seperti Kenya selama beberapa dasawarsa terakhir diketahui dan diduga sangat sangat penting. Wangarai Maathai, mantan asisten menteri lingkungan hidup Kenya dan peraih hadian Nobel Perdamaian, telah memperkirakan bahwa satu negara harus mempertahankan sedikitnya 10 persen lapisan hutan asli untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. (*/rit) |