"Penurunan omset tersebut merupakan informasi dari para pengusaha tahu dan mie basah yang ada di Indonesia," katanya kepada pers seusai kampanyekan makanan bebas formalin di Sentra Usaha Produsen Tahu di Cibuntu, Bandung, Rabu.
Menurut Surya, akibat isu penggunaan formalin itu banyak KUKM pengusaha tahu yang `terpukul`, baik pengusaha yang menggunakan formalin maupun yang tidak, sehingga omsetnya penjualannya menurun drastis, bahkan ada yang sampai tidak memproduksi lagi.
Surya mengatakan dengan adanya isu formalin yang sangat membahayakan itu hingga kini setiap propinsi di Indonesia banyak yang sudah tidak menggunakan formalin lagi. Kalau pun ada, paling tidak hanya satu hingga 2% saja," katanya.
Untuk mengatasi penyebaran penggunaan formalin, pihaknya membatasi penjualan bahan kima formalin, baik untuk produsen, distributor maupun konsumen. Selain itu, tidak sembarang orang dapat menjual bahan kima yang membahayakan itu.
Selain itu juga untuk mengatasi penggunaan bahan kimia formalin dan daging tikus, para KUKM harus berkomitmen agar tidak menggunakan bahan kimia formalin lagi dan bahan-bahan makanan lainnya yang dilarang oleh agama, yakni daging tikus.
Menurut dia, tidak banyak pengusaha maupun pedagang bakso yang menggunakan daging tikus, namun dampaknya bagi para pengusaha itu sangat luas, bahkan ada yang mengalami penurunan omset hingga 90%.
Surya menambahkan, jika penggunaan bahan kima formalin dibiarkan akan terjadi PHK besar-besaran karena untuk produksinya saja sudah tidak bisa, apalagi harus membayar para karyawan.
"Contohnya saja, pengusaha tahu di Tangerang, Banten, dari 200 pegawai yang ada, sekitar 100 orang dirumahkan dan juga pengusaha tahu di Karawang, Jabar dari 450 pegawai, sekitar 200 orang dirumahkan," katanya.
Oleh karena itu, untuk ke depannya, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih intensif lagi dalam penggunaan bahan kima formalin dan daging tikus dan dirinya meminta kepada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar lebih berperan dalam melakukan pengawasan.
Menurut pantauan ANTARA, untuk mengkampanyekan tahu bebas formalin Menteri Koperasi dan UKM Surya Darma Ali beserta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jabar Musthofa Jamaludin beserta jajarannya memakan tahu bersama yang telah disediakan oleh pengusaha tahu Cibuntu, Bandung.
Ia mengatakan dengan adanya mengkampanyekan tahu bebas formalin, diharapkan masyarakat tidak takut lagi mengkonsumsi tahu, tempe dan mie basah. (*/cax)