"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian AS kepada Indonesia khususnya TNI untuk dapat melakukan operasi kemanusiaan dalam penanganan bencana," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Lynn Pascoe pada upacara serah terima rumah RS Bergerak dari AS ke Indonesia di Jakarta, Jumat (20/01).
Ia mengingatkan, sumbangan tersebut merupakan bentuk pertukaran militer skala besar kali pertama sejak penghapusan embargo militer oleh Pemerintah AS terhadap Indonesia November lalu.
Pascoe menambahkan, sumbangan ini juga melambangkan persahabatan yang telah lama terjalin serta kerjasama militer yang semakin erat di antara kedua negara.
Ia menenuturkan, salah satunya terbukti dari dukungan AS dalam penanganan bencana tsunami di Aceh pada 2004 dan awal 2005, termasuk bantuan kemanusiaan yang dilakukan saat bencana di Nias.
Pascoe mengatakan, AS menjunjung kemitraan dengan Indonesia dan menghargai peran vital yang dimainkan Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik.
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono mengatakan, Indonesia sangat berterima kasih dan menghargai kepedulian AS terhadap peningkatan kemampuan TNI dalam penanganan bencana, tidak saja untuk personilnya tetapi juga bagi masyarakat yang ditolongnya.
"Kita sudah melihat peranan AS dalam membantu operasi kemanusiaan di Aceh dan di Nias," katanya.
Juwono mengatakan, bantuan tersebut merupakan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan kerjasama kedua negara dalam kegiatan operasi kemanusiaan," katanya.
Komando Pasifik AS (US Pacom) menyerahkan rumah sakit senilai US$11 juta untuk RS Bergerak AL berskala penuh, lengkap dengan kamar operasi, laboratorium, ranjang perawatan intensif, fasilitas sinar X, peralatan bedah gigi, serta bank darah berpendingin.
Sumbangan RS Bergerak ini merupakan lanjutan bantuan perawatan yang diberikan USNS Merci, sambil terus meningkatkan kemampuan pihak militer indonesia dalam menangani bencana. (*/lpk)