Google Tentang Permintaan Pemerintah AS Bagi Pencarian Data Online
Kapanlagi.com - Raksasa mesin pencari Internet Google menentang tantangan legal dari Departemen Kehakiman AS Kamis dengan bersumpah untuk "dengan penuh semangat" menentang permintaan untuk menyingkapkan detail menyangkut pencarian online. Jaksa Agung AS Alberto Gonzales mengajukan mosi hukum di kota Silicon Valley San Jose Rabu untuk memaksakan pemanggilan meminta Google menyerahkan data berharga seminggu di pencarian online oleh pengguna Internet. Pemerintah mengatakan pihaknya membutuhkan data tersebut untuk mempertahankan Undang Undang Perlindungan Online Anak di sebuah pengadilan federal di negara bagian Pennsylvania. Para pengacara federal menginginkan informasi itu dari Google untuk mendukung argumen bahwa undang-undang merupakan sebuah alat yang lebih efektif daripada filter software dalam melindungi anak-anak mendapatkan akses ke website khusus-dewasa. Pemerintah sedang mencari data dari Google untuk membantu mendukung kasusnya setelah Mahkamah Agung AS membalikkan sebuah undang-undang tahun 1998 yang mensyaratkan website untuk mengecek usia pengunjung online sebelum memberikan akses dewasa ke pornografi online. Pengadilan tertinggi negara itu mengatur bahwa undang-undang tersebut begitu luas sehingga hal itu dapat mengingkari akses sah orang dewasa ke situs-situs seperti itu. "Google bukan merupakan pihak dalam tuntutan hukum ini dan permintaan informasi mereka berlebihan," rekan pengacara umum Google Nicole Wong mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Kami melakukan diskusi berkepanjangan dengan mereka untuk mencoba menyelesaikan ini, tetapi tidak mampu dan kami bermaksud untuk menolak mosi mereka dengan kuat," Wong mengatakan. Pemanggilan awal tersebut yang ditujukan kepada Google meminta alamat dari seluruh website yang dapat dilokalisir oleh Mountain View, California, mesin pencari perusahaan yang besar itu mulai 31 Juli 2005, menurut kertas kerja pengadilan. Pemanggilan itu juga meminta kata-kata, istilah dan simbol dari setiap permintaan pencarian Google mulai 1 Juni 2005 hingga 31 Juli 2005, menurut kertas kerja pengadilan. Google meminta para pejabat federal untuk mengurangi permintaan tersebut, keterangan pengadilan menunjukkan. "Jika Google kalah dalam hal ini, apa yang akan menghentikan pemerintah AS dari untuk terus meminta semua jenis masalah, seperti pencarian menyangkut terorisme atau perusahaan apapun yang mereka selidiki?" tanya Pam Dixon dari World Privacy Forum. "Google dapat menjadi alat riset terbesar bagi pemerintah yang siapaun pernah impikan. Saya tentu saja tidak menyalahkan Google karena menentang ini," ia mengatakan. Keterangan pengadilan mengindikasikan "sebuah mesin pencari besar" telah tunduk pada pemanggilan serupa dari departemen kehakiman. Pemanggilan tersebut merupakan the first shoe dropping yang advokat swasta online telah lama kawatirkan, kata Beth Givens, Direktur Privacy Rights Clearinghouse nirlaba di San Diego, California. "Mesin pencari ini adalah target yang sangat menggoda untuk pemerintah dan penegak hukum," Givens mengatakan. "Lihat jutaan orang yang menggunakan mesin pencari tanpa terpikir potensi akan ditarik ke dalam jaring tarik pemerintah." Dalam siaran pers tertulis yang dikirimkan di Internet, mesin pencari Yahoo mengatakan pihaknya "tunduk secara terbatas dan tidak memberikan informasi apapun yang dapat diidentifikasi secara personal." Titan software Microsoft menjawab pemeriksaan dengan sebuah pernyataan bahwa pihaknya "bekerjasama erat dengan para pejabat penegak hukum di seluruh dunia untuk membantu mereka jika diminta" dan kebijakannya adalah akan tunduk pada hukum dengan "cara yang tepat." "Saya sungguh gembira bahwa Google menentang pemerintah atas permintaan ini, hal itu merupakan kabar baik," kata Givens. "Kabar buruknya adalah bahwa Google kemungkinan besar memiliki informasi lebih dalam bank datanya daripada mesin pencari lain manapun. Google harus menyerah, namun paling tidak mereka memperlihatkan kekuatan." Google menyimpan informasi pengguna dalam cookie pelacakan tunggal yang dapat menyimpan muatan data yang kaya tentang apapun mulai dari email, pembelian online, alamat, nama, kata-kata yang dicari, atau istilah lain yang diketik, Givens mengatakan. "Itulah yang sebenarnya menjadi taruhan di sini, apapun yang anda ketik masuk kotak itu," Dixon mengatakan, menunjuk pada jendela yang digunakan para pengguna komputer dalam pencarian mereka. "Ini akan menarik informasi siapapun, bahkan jika mereka tidak punya hubungan apapun dengan pornografi." Givens melukiskan pemanggilan tersebut sebagai "perjalanan menangkap ikan klasik" oleh para jaksa penuntut federal. (*/lpk) |