Kemenangan tersebut, yang terjadi ketika kedudukan 6-1, 2-0 untuk Mauresmo, memberi nomor tiga dunia itu gelar Grand Slam pertamanya dan memperbaiki kekalahan pada final 1999.
Ia secara total mendominasi Henin-Hardenne yang bermain jauh dari biasanya sebelum juara Perancis Terbuka dan juara empat kali Grand Slam itu mengundurkan diri 52 menit memasuki salah satu final yang paling berat sebelah dalam sejarah turmanen tersebut.
Henin-Hardenne memanggil pelatih ketika skor 2-0 pada set kedua, memegang kepalanya.
Juara Australia Terbuka 2004 itu berusaha melanjutkan tetapi kepada wasit mengatakan ia tidak bila terus dan terhenyak di tempat duduk, sebuah handuk menutup kepala untuk menyembunyikan airmatanya. (*/cax)