Pemimpin Katolik Ceko-Slowakia Kecam Kartun Nabi
Kapanlagi.com - Pemimpin Katolik di republik Ceko dan Slowakia hari Senin mengecam penerbitan kartun tajuk di media Denmark, yang memicu kemarahan Muslim di seluruh dunia. Pernyataan terpisah menyatakan kartun Nabi Muhammad itu keterlaluan dilansir di Bratislava oleh ketua Konferensi Uskup Slowakia, Monsinyur Frantisek Tondra, dan di Praha oleh kepala Katolik Ceko, Kardinal Miloslav Vlk. "Tak seorang pun dibolehkan mencampuri lambang dan ungkapan paling suci umat berjumlah sangat besar di planet kita ini," kata Tondra. "Kebebasan manusia tidak tak terbatas," kata Vlk, "Ada batasnya, yakni saat itu menyangkut kebebasan orang lain." Tondra menyatakan bahwa orang bukan Muslim harus menunjukkan kepedulian serupa dengan yang mereka harapkan dari Muslim, dan pengecam kartun itu hendaknya tidak menghasilkan kekerasan. Vlk menyatakan Muslim sekarang merasakan seperti yang dirasakan banyak orang Nasrani bila Yesus dihina. Keduanya menyatakan media Eropa menerapkan kebebasan menyatakan pendapat secara sesat dengan menerbitkan kartun itu, yang memantik unjukrasa di Beirut, London, New York, Teheran, Jakarta dan kota lain. Kartun itu muncul pekan lalu di harian terkemuka Slowakia "Sme" dan harian terbesar Ceko "Mlada fronta Dnes". Karikatur itu pertama diterbitkan bulan September 2005 di suratkabar Denmark "Jyllands-Posten", yang menimbulkan kecaman keras, terutama dari negara berpenduduk sebagian besar Muslim. Sejumlah negara Arab menarik dutabesarnya di Denmark sebagai protes atas penghinaan tersebut. Karikatur itu antara lain menggambarkan Nabi Muhammad memakai sorban berbentuk bom. Di New York, ulama tergabung dalam Dewan Imam Kota Metropolitan New York pekan lalu juga menyatakan protes keras atas penerbitan kartun tersebut. Syamsi Ali, salah satu pendiri dewan imam tersebut dan imam di Pusat Islam New York, masjid terbesar di kota itu, menyebut dua bentuk pelecehan dilakukan suratkabar Denmark itu. "Pertama, membuat gambar rekayasa tentang nabi Muhammad dan yang paling menyakitkan adalah digambarkannya Rasulullah sebagai teroris, yang siap membunuh," katanya. Menteri Luarnegeri Inggris Jack Straw pekan lalu mengecam, dengan menyebut tidak peka dan kurang ajar, keputusan sejumlah media Eropa menerbitkan kartun melecehkan Nabi Muhammad. "Bahwa ada kebebasan berbicara, kita menghormatinya," kata Straw di London, "Tapi, tidak ada kewajiban apa pun untuk menista atau menghasut secara serampangan." "Saya percaya bahwa penerbitan ulang kartun itu tidak perlu, tidak peka dan salah," tambahnya. Straw memuji media Inggris, yang menunjukkan kepekaan dan tanggungjawab matang dengan tidak menerbit-ulangkan gambar tersebut. "Ada larangan di setiap agama. Itu bukan masalah ada celah dalam menghormati semua unsur upacara Kristen atas nama kebebasan berbicara," kata Straw. Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi-Rafsanjani menyebut kartun menghina Nabi Muhammad sebagai "siasat tergalang terhadap Muslim". "Ini siasat tergalang terhadap Muslim untuk memaparkannya sebagai teroris," kata Rafsanjani pada salat Jumat di Teheran. "Ini langkah paling kasar sejumlah suratkabar, karena menghina kesucian 1,6 miliar Muslim seluruh dunia," kata ulama moderat itu. Rafsanjani, yang masih memainkan peran berpengaruh dalam percaturan politik negeri itu, menyatakan setiap Muslim di dunia, tidak peduli taat atau tidak, akan marah jika nabinya dilecehkan. "Jika menghina sosok tersuci 1,6 miliar orang dinyatakan sebagai kebebasan mengungkapkan pendapat, maka Muslim juga dapat membuat dirinya melakukan kebebasan serupa dan masuk ke panggung melawan Anda (Barat), bahkan lebih buruk daripada yang sudah dilakukan," tambah mantan presiden itu. (*/rit) |