"Tempatnya ditentukan, tetapi jumlahnya tidak ditetapkan, yang penting bisa membuat harga stabil," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag, Ardiansyah Parman di Jakarta, Selasa (07/02).
Ia mencontohkan, OP gula pada bulan puasa 2005 (Oktober - Nopember), instruksi OP ditentukan jumlahnya sekitar 10% dari kuota impor.
"Misalnya PTPN IX, daerah untuk OP gula dikaitkan dengan pelabuhan masuk gula impor," kata Ardiansyah.
Instruksi Mendag untuk menstabilkan harga bersifat sukarela namun akan diperkuat dengan perintah tertulis.
"Yang semacam itu bisa tidak tertulis, bisa secara lisan. Tapi nanti kita perkuat secara tertulis," katanya.
Intinya, lanjut dia, Departemen Perdagangan telah meminta para IT termasuk Bulog dan PPI untuk menstabilkan harga gula yang menjadi wilayah distribusi masing-masing.
Harga gula yang disepakati sebesar Rp5.200 per kilogram di tingkat produsen dan Rp6.000 per kilogram di tingkat konsumen di Pulau Jawa sedangkan di luar Jawa Rp6.200 per kilogram.
Berdasarkan data dari Depdag, harga gula lokal rata-rata secara nasional pada Selasa, 7 Februari, mencapai Rp6.729 per kilogram sedangkan gula impor Rp6.382 per kilogram.
Harga gula paling tinggi sebesar Rp7.000 per kilogram di Pekanbaru selama empat hari terakhir. Sedangkan Jayapura, harga gula stabil di tingkat Rp7.200 selama satu pekan. Sementara Aceh, harga gula yang sempat mencapai Rp7.000 per kilogram pada tiga hari lalu, hari ini turun menjadi Rp6.750 per kilogram.
Sedangkan gula impor paling tinggi Rp7.000 per kilogram di Samarinda dan di daerah lain stabil di harga Rp6.500 per kilogram.
Beras
Sementara itu, OP murni untuk beras masih berlangsung dan Depdag baru meluluskan permintaan OP dari Gubernur NTT.
Harga beras masih mengalami kenaikan rata-rata sebesar 15,15 persen dibandingkan harga rata-rata selama tiga bulan terakhir.
Di Pasar Induk Beras Cipinang, beras jenis IR 64 kualitas III harganya Rp4.200 per kilogram. Pasokan rata-rata per hari untuk Februari 1.700 ton atau naik 3,08% dibanding pasokan rata-rata per hari pada Januari sebesar 1.649 ton. (*/lpk)