"Deklarasi ini merupakan salah satu kampanye guna menekan angka kematian ibu dan anak melalui membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu hamil dan melahirkan," kata Kepala UNICEF Aceh dan Nias, Edouard Beigbener di Banda Aceh, Selasa (07/02).
Aliansi tersebut terdiri dari 33 organisasi seperti Ikatan Bidan Indonesia, Fatayah organisasi perempuan Nadlathul Ulama, Aisyah, organisasi perempuan Muhammadiyah dan MISPI, Mitra Sejahtera Perempuan Indonesia yang merupakan aliansi global guna menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi NAD, sejak Januari hingga Juli 2005 sekitar 134 bayi dan 59 ibu meninggal dunia akibat kehamilan dan melahirkan.
"Kemungkinan kasus kematian ibu dan anak lebih tinggi karena banyak yang tidak dilaporkan, karenanya UNICEF mendukung dengan memperkuat sistem pelayanan bagi ibu dan anak," kata Edouard.
Di samping itu dia juga mengharapkan adanya kerjasama dengan organisasi lain baik ditingkat provinsi, nasional maupun internasional agar usaha yang ditempuh UNICEF dapat lebih efektif.
Selain mendeklarasikan aliansi pita putih, dalam rangka kampanye keselamatan ibu hamil dan melahirkan, UNICEF juga telah menyerahkan 11 unit ambulans untuk meningkatkan pelayanan para bidan desa di Aceh serta memberikan 3.400 peralatan kesehatan lengkap untuk bidan berupa obat-obatan dan pelatihan layanan kedaruratan ibu hamil dan melahirkan serta bayi baru lahir. (*/lpk)