< >

863 Ribu Paket Sekolah UNICEF Untuk Anak Tsunami

Rabu, 08 Februari 2006 14:14
Kapanlagi.com - Badan PBB untuk pendidikan (UNICEF) membantu sebanyak 863.000 paket peralatan sekolah kepada Dinas Pendidikan Aceh-Nias yang diperuntukan bagi anak-anak korban bencana alam gempa dan tsunami.

"Paket peralatan sekolah ini merupakan bantuan dari pemerintah China yang dikirim ke Aceh," kata Kepala UNICEF Aceh-Nias, Edouard Beigbeder di Kelurahan Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Rabu.

Edouard yang didampingi Staf Kementrian Perdagangan dan Perekonomian China, Tan Weiwen, mengatakan, bantuan peralatan sekolah senilai 5,5 juta dolar AS itu merupakan bantuan yang terakhir untuk anak-anak Aceh dan Nias.

"Kemungkinan ini yang terakhir, khususnya dalam bentuk peralatan sekolah," katanya dihadapan para murid sekolah dasar korban tsunami dan sejumlah guru di SD 17 kota Banda Aceh tersebut.

Paket bantuan sekolah yang disalurkan pemerintah China melalui UNICEF tersebut, terdiri dari tas, buku gambar, buku tulis, dan pensil.

Pada kesempatan yang sama, Staf Kementrian Perdagangan dan Perekonomian China, Tan Weiwen mengatakan, pemerintahnya sangat menaruh perhatian serius terhadap anak korban tsunami 26 Desember 2004 lalu.

"Ini merupakan kepedulian kami bagi pemulian pendidikan di Aceh dan kami memberi sedikit bantuan," kata Tan Weiwen.

Ia menambahkan, Unicef telah berbuat banyak untuk membantu pendidikan anak-anak. Pemerintah China bekerjasama dengan badan PBB membantu pemulihan di Aceh pasca bencana tsunami.

"Saya berharap dapat bekerjsama dengan pihak terkait dalam menyalurkan bantuan untuk pemulihan Aceh," kata Tan Weiwen seraya berpesan kepada anak-anak belajar sukses dan maju.

Sementara, Kepala SD 17, Hajah Syarifah Numbasty menyatakan sangat berterimakasih kepada Unicef dan pemerintah China yang telah membantu pendidikan anak-anak korban tsunami di Aceh.

"Kami sangat berharap pihak Unicef dan termasuk pemerintah China tidak hanya mebantu peralatan sekolah, melainkan juga gedung belajar karena anak-anak hingga saat ini masih belajar di sekolah sementara," kata Syarifah.

Menanggapi permohonan kepala sekolah itu, Tan Weiwen mengatakan pemerintahnya dalam waktu dekat akan membangun 66 unit gedung sekolah di Aceh.

"Saat ini sudah memasuki penentuan lokasi. Mudah-mudahan tahun 2006 ini selesai dibangun," demikian kata Tan Weiwen. (*/rit)