"Kerjasama ini sebagai upaya menumbuhkan usaha kecil sesuai program pemerintah," kata Direktur PT Catur Mitra Sejati Sentosa, Eny Sukamto di Bintaro, Jumat usai membukai gerai yang ke-17. Kerjasama dengan UKM ini mendapat dukungan dari kalangan ahli perguruan tinggi serta perbankan sehingga kontribusi mereka (UKM) sangat signifikan dalam memajukan perusahaan, ucapnya.
Pengusaha kecil yang menjalin mitra sejak program ini dijalankan enam bulan lalu sudah mencapai 150 anggota dengan kemudahan dalam memberi barang melalui diskon 5% untuk semua produk, jelasnya. Pihak Mitra 10 menargetkan untuk menjalin kerjasama dengan 600 UKM sampai akhir tahu 2006 yang terdiri dari tukang kayu, tukang pipa, tukang cat, dan tukang listrik.
"Kami yakin kerjasama ini dapat dikembangkan karena telah berpengalaman selama 8 tahun. Melalui kerjasama ini tingkat pengembalian dapat cepat rata-rata 25% pertahun," kata Eny. Mitra 10 didukung 700 pemasok untuk 70.000 jenis mulai dari cat, lantai, dinding, perlengkapan mandi, pipa, alat listrik dan sebagainya dengan harga tetap dan wajar, jelasnya.
Dalam mengembangkan Mitra 10, Eny menggunakan konsep One Stop Solution sehingga pemilik rumah dan profesional (arsitek dan designer interior) memiliki banyak alternatif dengan harga wajar dan sumber daya manusia yang berpengalaman dalam mengaplikasikan produk, ucapnya.
Pasar ritel bahan bangunan akan berkembang dalam lima tahun mendatang seluruh store yang dimiliki akan dikembangkan menjadi superstore seperti di Bintaro, sasaran berikutnya di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan sebagai pengembangan di Jabodetabek, Surabaya, Bali, dan Batam.
Mitra 10 dengan Komisaris Utama mantan Menpera Cosmas Batubara menargetkan pertumbuhan lahan usaha sekitar 1,5 sampai 2 meter persegi setiap tahun. Pembangunan gerai baru di Bintaro untuk membidik sasaran 10.000 unit rumah di kawasan elit tersebut yang ingin melakukan renovasi. (*/erl)