"Aku baru saja konser di Hong Kong atas undangan para TKW asal Indonesia. Ternyata di sana orangnya sangat ramah-ramah, mereka antusias sekali dengan lagu-lagu islami," kata Sulis, saat di temui di studio LATIVI, Minggu (12/02).
Menurutnya, masyarakat Hong Kong sangat antusias untuk nonton konser, mereka dari berbagai Negara, termasuk India dan Cina. Meski mereka tidak mengerti bahasa kita, tetapi mereka ikut jogged dan nyanyi.
"Intinya aku sangat bangga bisa menggelar konser di sana. Kita lebih dihargai dari pada di Indonesia. Aku sempat bawa 200 VCD dan alhamdulillah semuanya laku," kata siswi kelas 3 SMA 6 Jakarta ini.
Sulis berharap Negara Indonesia bisa belajar dari Hong Kong, mulai dari penyambutan tamu sampe konser kesenian. Di Hong Kong polisi bekerja secara professional, dan melayani masyarakat dengan baik. Tapi, di Indonesia polisi kerjanya hanya menyiksa rakyat.
"Bayangkan aku bawa 200 VCD yang disimpan dalam kardus. Polisi tidak menggeledah barang-barang saya, mereka hanya tanya bawaan kita. Tapi di Indonesia, para polisinya langsung periksa tanpa seijin pemiliknya," ucap Sulis kepada KapanLagi.com.
Disinggung soal penjualan album CINTA RASUL 7, katanya penjualan album sudah mencapai 1000 keping. Ia berharap penjualan albumnya terus meningkat, mengingat tren masyarakat yang saat ini demen agama religi.
"Aku berdoa semoga album cinta rasul terus baik, dan ada peningkatan. Karena aku sudah tidak lagi bergabung dengan Hadad Alwi," terangnya. (kl/iin)
Lihat Profil: Sulis