< >

Pelindo II: Pelabuhan Bengkulu Terbengkalai

Selasa, 14 Februari 2006 10:11
Kapanlagi.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengungkapkan, saat ini kondisi Pelabuhan Baai, Bengkulu, khususnya perawatan alur dan kolamnya terbengkalai.

"Kondisi alur dan dermaganya saat ini hanya memiliki kedalaman 3-4 meter atau jauh dari kondisi ideal minimal 8 meter," kata Kahumas PT Pelindo II. Hendra Budhi menjawab pers di sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Senin malam.

Persyaratan 8 meter itu, kata Budhi, adalah prasyarat minimal bagi sebuah pelabuhan internasional agar mampu disinggahi kapal dengan bobot mati di atas 5000 ton.

Budhi menyatakan keheranannya mengapa sampai sekarang proses pengerukan alur pelabuhan tersebut yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui administrator pelabuhan (adpel) setempat sebagai "executing agency" tak berjalan.

"Padahal tendernya sudah dilaksanakan tahun lalu dan sudah ada pemenangnya yakni kontraktor swasta setempat, tapi sampai sekarang belum ada aktivitasnya," kata Budhi.

Dia juga menambahkan, perawatan alur dan kolam Pelabuhan Bengkulu sejak 2002-2003 telah dikembalikan kepada pemerintah c.q. Departemen Perhubungan.

Sebelumnya, sejak 1996-1997 sampai 2000-an dilakukan oleh PT Pelindo II. Setiap tahun sedikitnya material alur yang dikeruk mencapai rata-rata 40 juta meter kubik.

"Kegiatan sebesar itu sedikitnya menelan dana investasi sekitar Rp4 miliar per tahun," katanya sambil menambahkan, sedimentasi alur Pelabuhan Bengkulu cukup tinggi.

Sementara itu, Dirut PT Pelindo II A. Syaifuddin menilai, Pelabuhan Bengkulu memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan di masa datang.

"Di sana `hinterland`-nya cukup potensial, terutama komoditi pertambangan, perkebunan dan pertanian," kata Syaifuddin.

Yang menonjol adalah potensi batubara yang mencapai 400 juta ton, sementara realisasi produksinya yang dilayani Pelabuhan Bengkulu pada tahun lalu hanya 685,4 ribu ton.

"Untuk itu kami tak segan menawarkan kemudahan bagi investor agar mau berinvestasi di Pelabuhan Bengkulu," katanya.

Konsepnya, kata Budhi, jika ada investor siap bekerjasama operasi (KSO) misalnya ia mau membangun dermaga maka ia berpeluang mengoperasikannya.

"Tentu nantinya ada `share` pendapatan dengan komposisi investor lebih besar karena mereka telah berinvestasi cukup besar," kata Budhi.

Pelabuhan Bengkulu adalah salah satu dari 12 pelabuhan Indonesia yang dikelola BUMN Pelabuhan itu. Kinerja Pelabuhan Bengkulu sampai saat ini dikategorikan pelabuhan merugi. (*/rit)


BERITA TERKAIT